Sabtu, 25 Februari 2017

I am here (pasangkayu) part 1

Aku tdk pernah membayangkan, mengharapkan, berfikir, bermimpi, ataupun berkeinginan untuk memasuki daerah ini. Lingkungan, suku, bahasa, budaya, dan banyak hal yang berbeda.
Tahukah yang paling berbeda? Makanan. Iya, makanan.
Aku adalah tipe orang yang pilih2 makanan, cepat bosan, dan memiliki masalah dengan pencernaan.
Dari dulu aku sering bermasalah dengan perut. Dari kembung, mual, sakit, hingga muntah bercampur darah karena lambungnya sudah tdk layak untuk dikatakan normal.
Dan hampir 4 tahun aku menikmati hidup di sulawesi, sekarang di kabupaten mamuju utara.

Anak bungsu dari 3 bersaudara, dan kedua kakakku laki2, membuat aku menjadi anak kesayangan. Ke pasar saja, harus dengan ibu, apalagi jalan2 dengan pacar? Tidak pernah. (Pernah backstreet siih, hehe) itu pun dijalani setelah lulus sekolah dan bekerja sbg kasir al*amart. Disana ada kisah cinta. Ciyeee....

Kembali lagi ke awal.
Hingga suatu saat ada cerita sampai dimana orangtuaku pindah sementara di daerah sawit sulteng. Dan alur hidup membawaku hingga di perusahaan swasta dengan penempatan di mamuju utara.

Akhirnya aku merantau juga, dan ga tanggung tanggung.
Cilacap-pasangkayu. Cukup jauh dan mahal yaah ongkos pulangnya? Pasti!
Namun ini adalah tantangan buatku, aku harus bisa taklukan.
Dulu sewaktu masih sekolah aku berfikir dan mengkhayal ingin merantau di jogja atau jakarta, dan Allah memberikan yang lebih dari itu. Alhamdulillaah....
Satu tahun berjalan aku merasakan sesuatu yang berat. Ternyata dunia kerja begitu keras,kejam dan penuh tekanan. Orang bilang,  Inilah kehidupan yang sebenarnya. Dan itu semua benar adanya, banyak hal yang kita pelajari dan kita tidak dapatkan ketika kita masih berada di bangku sekolah. Aku mulai belajar menjadi dewasa. Sungguh, saat itu aku hampir menyerah. Aku tak cukup kuat untuk dibanting sana sini oleh atasan. Aku lemah dan rapuh.

Namun berkat dukungan orangtua dan saudara, aku mampu bertahan hingga kini. Dan itu bukan hal yang mudah apalagi untuk orang perasa sepertiku.

Hingga suatu saat ibuku sakit dan ingin pulang k kampung halaman, agar bisa bersama keluarga dan bisa mendapatkan hiburan dengan mudah.
Saat ayahku sendiri, kesabaranku betul2 diuji. Ternyata ayahku tak kuat iman. Minuman keras kerap menjadi temannya malamnya.
Aku sebagai perempuan yang bukan orang pribumi tentu saja ini membuatku takut.
Ada yang salah dengan hidup ini.

Pada akhirnya ayahku harus dikembalikan ke jawa, dikembalikan kepada ibuku. Aku tak mau menjadi korban broken home. Aku tidak mau.

Akhirnya ayah ibuku kembali bersatu sampai sekarang dengan segala keromantisan mereka.

Dan aku pun solo.
Dan aku bisa bertahan bahkan berkembang.
Yes, aku ingin mandiri.

Masih banyak tantangan yang harus aku hadapi. Karenanya aku harus lbh cepat berlari, mata lbih lama terjaga, dan hati hrus lebih kuat. Jiwa raga harus lebih sehat.

2 komentar:

  1. Sekedar masukan mba, templatenya diganti dan artikelnya usahakan jangan kisah hidup. Trims

    BalasHapus