Aku rindu...
Aku rindu setiap tutur katamu, yang halus dan yang kasar.
Aku rindu tatapanmu, tatapan kasih sayang dan tatapan datarmu.
Aku rindu didekatmu.
Rinduku bukan ingin bertemu, namun ingin bersanding disetiap waktu.
Namun.... tak bisa kupaksakan takdir untuk menggerakkan setiap hati.
Aku tak bisa memaksakan alam untuk membawamu kepadaku. Aku tak bisa.
Aku hanya berdoa agar hatimu, digerakkan dan bergerak menyatu denganku. Bukan lagi kau, bukan lagi aku. Tapi kita, dan kita akan menyebut "kami".
Perempuan ataupun laki-laki akan mengatakan seperti ini ketika hatinya merindukan seorang kekasih.
Ketika seseorang menunggu kepastian yang belum tentu pasti. Dan dia berada diambang dua pintu. Untuk bersatu dengannya atau bersatu dengan orang lain.
Bukan hal mustahil jika keinginan berbalik dengan kenyataan. Karena kita memiliki Yang Maha Kuasa. Namun ketika hati mulai yakin, maka hendaknya mempercepat apa yang sudah menjadi keyakinanya.
Bukankah hal baik akan lebih baik jika ditambah dengan kebaikan lagi?
Rindu adalah perasaan ingin berada berdampingan. Melihat wajahnya, dan menggenggam tangannya. Bukankah itu keinginan setiap orang yang rindu? Rindu adalah keinginan untuk memeluknya, mendekap erat dan membelai rambutnya. Bukankah itu kerinduan yang dimaksudkan?
Rindu adalah penyiksaan jiwa yang dirasakan oleh seseorang. Rindu adalah gangguan dalam ketenangan, karena setiap kali ingin melakukan sesuatu, rindu memporak porandakan apa yang sedang kita lakukan.
Tidak, kita pun bisa menaklukannya dengan melakukan hal-hal yang membuat imajinasi kita melayang jauh. Melakukan hobby dan bergaul bersama teman-teman agar rasa rindu bisa ditutupi dengan itu semua.
Namun jangan pernah sekalipun untuk menghindari komunikasi, karena setiap hati yang tak tenang maka akan Membangkitkan kemarahan, emosi, serta hati yang berburuk sangka dan mulut yang berbicara tak semestinya.
Jagalah hati dan mulutmu agar semua yang baik semakin baik.

siip
BalasHapusthank u udah mampir disini
BalasHapus