Rabu, 29 Maret 2017

Pentingnya Membaca



Membaca itu sebenarnya dianjurkan untuk siapa sih? Untuk pelajar yang mau ujian? Untuk anak sekolah? Untuk guru yang akan mengajar? Tidak! Membaca itu diperuntukkan semua orang, sekalipun dia (maaf) buta. Bukankah ada huruf braille? 

Dalam ajaran Islam, ayat Alquran yang pertama turun adalah surat Al-‘Alaq ayat satu sampai lima, dan yang pertama “iqra’”, artinya “bacalah!”. Dan apakah anda tahu bahwa pada zaman turunnya ayat pertama tersebut, Rosulullah SAW belum bisa baca. Maha besar Allah SWT. Karena dengan adanya seperti itu, kita bisa tangkap dan tahu betapa cerdasnya Rosulullah SAW. Inilah mukjizat dari Allah SWT.

Ada juga pepatah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Mengapa? Karena buku adalah tempat bersemayamnya ilmu dan dunia. Tanpa kita kunjungi negara Mesir, kita bisa tahu bahwa disana ada yang namanya piramida. Inilah bukti bahwa membaca adalah kegiatan yang sangat penting. Dari buku kita tahu, apa saja yang ada dalam tubuh manusia. Dari buku kita tahu, betapa hebatnya pahlawan-pahlawan Indonesia yang bergerilya melawan penjajah hingga akhirnya Indonesia merdeka. Banyak hal yang kita dapatkan dari membaca. Meski kadang tidak disadari.

Namun dewasa ini makin banyak orang yang enggan untuk membaca. Mengapa? Karena teknologi semakin canggih, sehingga mereka lebih tertarik menonton daripada membaca. Loh kok malah menyalahkan teknologi? Bukan, bukan salah teknologinya tapi manusianya yang semakin malas karena sudah terbiasa dengan hal-hal yang instan.  Menurut mereka, membaca membuat ngantuk dan kegiatan yang melelahkan. Toh kita bisa mencari videonya di youtube tanpa harus kelelahan membaca. Lagian membaca itu kelamaan dan bertele-tele. Padahal pemikiran seperti itu merupakan racun untuk menurunkan SDM secara perlahan.
Memang bukan hal yang mudah untuk membiasakan membaca.

Untuk terbiasa membaca, kita harus senang melakukannya. Nah, hal ini harus diawali dengan tanggapnya kita terhadap apa yang kita suka atau minati. Misalnya senang dengan film romantis, maka kita bisa mulai membaca novel yang romantis juga. Nanti akan diketahui betapa terasanya sensasi membaca. Jika lebih suka sport, kita bisa mulai mencari berita atau artikel tentang olahraga di internet. Teknologi seharusnya menjadikan kita lebih maju dengan membaca, bukannya malah kudet (kurang update).

Jadi,siap mulai membaca?

Let’s go!



Mamuju Utara, 29 Maret 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar