Membaca itu sebenarnya dianjurkan untuk siapa sih? Untuk
pelajar yang mau ujian? Untuk anak sekolah? Untuk guru yang akan mengajar?
Tidak! Membaca itu diperuntukkan semua orang, sekalipun dia (maaf) buta.
Bukankah ada huruf braille?
Dalam ajaran Islam, ayat Alquran yang pertama turun adalah
surat Al-‘Alaq ayat satu sampai lima, dan yang pertama “iqra’”, artinya
“bacalah!”. Dan apakah anda tahu bahwa pada zaman turunnya ayat pertama
tersebut, Rosulullah SAW belum bisa baca. Maha besar Allah SWT. Karena dengan
adanya seperti itu, kita bisa tangkap dan tahu betapa cerdasnya Rosulullah SAW.
Inilah mukjizat dari Allah SWT.
Ada juga pepatah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela
dunia. Mengapa? Karena buku adalah tempat bersemayamnya ilmu dan dunia. Tanpa
kita kunjungi negara Mesir, kita bisa tahu bahwa disana ada yang namanya
piramida. Inilah bukti bahwa membaca adalah kegiatan yang sangat penting. Dari
buku kita tahu, apa saja yang ada dalam tubuh manusia. Dari buku kita tahu,
betapa hebatnya pahlawan-pahlawan Indonesia yang bergerilya melawan penjajah
hingga akhirnya Indonesia merdeka. Banyak hal yang kita dapatkan dari membaca. Meski kadang tidak disadari.
Namun dewasa ini makin banyak orang yang enggan untuk
membaca. Mengapa? Karena teknologi semakin canggih, sehingga mereka lebih
tertarik menonton daripada membaca. Loh kok malah menyalahkan teknologi? Bukan,
bukan salah teknologinya tapi manusianya yang semakin malas karena sudah
terbiasa dengan hal-hal yang instan. Menurut mereka, membaca membuat ngantuk dan kegiatan
yang melelahkan. Toh kita bisa mencari videonya di youtube tanpa harus
kelelahan membaca. Lagian membaca itu kelamaan dan bertele-tele. Padahal pemikiran seperti itu merupakan racun untuk menurunkan SDM secara perlahan.
Memang bukan hal yang mudah untuk membiasakan membaca.
Untuk terbiasa membaca, kita harus senang
melakukannya. Nah, hal ini harus diawali dengan tanggapnya kita terhadap apa
yang kita suka atau minati. Misalnya senang dengan film romantis, maka kita
bisa mulai membaca novel yang romantis juga. Nanti akan diketahui betapa
terasanya sensasi membaca. Jika lebih suka sport, kita bisa mulai mencari
berita atau artikel tentang olahraga di internet. Teknologi seharusnya
menjadikan kita lebih maju dengan membaca, bukannya malah kudet (kurang update).
Jadi,siap mulai membaca?
Let’s go!
Mamuju Utara, 29 Maret 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar