Jumat, 10 Maret 2017

Nikmatnya jadi Perempuan



Jadi perempuan itu tidak gampang. Apalagi perawan.  Harus sangat berhati-hati dalam pergaulan, apalagi pacaran. Salah sikap sedikit saja bisa berantakan. Keperawanan jadi ancaman.
Jika putus, yang terlihat jelek tentu perempuan. Bisa di cap sebagai "barang bekas".
Hati-hatinya perempuan berbeda dengan lelaki. Perempuan memiliki titik lemah yang lebih banyak daripada lelaki.
Besarnya kelemahan juga lebih banyak daripada lelaki. Namun kekuatan hati terletak pada hati perempuan.

Nikmatnya jadi perempuan.
Setelah menikah harus mengabdi pada suami, meski harus berpisah dengan orangtuanya. Begitulah kodratnya. Disini hati perempuan sangat diuji untuk kekuatannya. Meninggalkan orangtua bahkan kampung halaman demi lelaki yang baru dikenalnya. Inilah pengorbanan pertama seorang perempuan.
Lalu ketika perempuan mengandung, 9 bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk membawa bayi dalam tubuh. Tidak ringan ketika perempuan harus kesana kemari dengan beban besar dalam perutnya.
Kesakitan yang berbeda dirasakan perempuan. Hanya perempuan hamil yang tahu.

Nikmatnya jadi perempuan.
Jika orang membawa beras 1 ton, maka dia bisa menyicilnya berkali-kali, namun perempuan melahirkan harus membawa beban 1 ton dengan satu kali dorongan, itu ibaratnya. Sakit bukan? Hanya perempuan melahirkan yang tahu.

Nikmatnya jadi perempuan.
Anak yang lahir disusui oleh perempuan, oleh ibundanya. Belum lagi jika si kecil gigit-gigit puting, hanya perempuan menyusui yang tahu rasanya.
Ketika sang anak rewel dan tetap harus mengerjakan pekerjaan rumah, hanya ibu rumah tangga yang tahu tasanya.
Nikmatnya jadi perempuan.

Namun, kadang lelaki menganggap perempuan itu cengeng. Perempuan itu lemah. Perempuan itu hanya butuh perlindungan.
Itu salah besar!

Ketika perempuan menangis, itu hanyalah basuhan luka yang membuat hatinya bersih kembali. Ketika perempuan banyak bicara, itulah kodratnya agar anak-anak dan suami bisa dipastikan baik-baik sauja.

Perempuan itu kuat. Perempuan itu hebat.
Perempuan itu istimewa.



Mamuju utara,10 maret 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar