Rabu, 19 April 2017

Ungkapan Hati Perempuan untuk Laki-laki

Aku pikir, ini akan baik-baik saja, ternyata tidak. Akhirnya aku harus menuliskan ini sebagai surat kita (perempuan) untuk mereka (laki-laki)

Ada hal yang tak ingin diucapkan, tapi perlu untuk dimengerti. Mungkin ini salah satu alasan bahwa aku ingin dikatakan sebagai seorang perempuan. Makhluk aneh yang sering menyebalkan bagi sebagian laki-laki.  Tapi apa kalian tahu fakta tentang sifat yang sering dianggap menyebalkan dan aneh itu?

Ada hal yang tidak dapat diungkapkan, namun selalu terucap di dalam hati. Ada perasaan yang tidak bisa untuk didefinisikan, tapi sangat terasa di dalam dada. Bahkan ketika tidurnya tak bisa nyenyak, sudah pasti ada sesuatu yang mengganjal di pikiran. Namun sulit sekali untuk menyatakan maksud dan tujuan. Kami ingin laki-laki menanyai dan aktif untuk mencari tahu masalah kami. Bukan diam dan menunggu perempuan mengucapkannya. Karena itu hanya akan menambah kekacauan otak kami.

Dear laki-laki, bisakah engkau mengerti perempuan lebih dalam? Bisakah engkau perlakukan layaknya ratumu? Bukankah engkau tahu bahwa itu semua yang perempuanmu butuhkan?
Maaf, kami selalu datang di waktu yang tidak tepat. Kami mengganggu waktu kerjamu, mengganggu istirahatmu, kami selalu rempong menanyakan ini itu. Kami selalu saja kepo, ingin tahu apa yang engkau kerjakan di luar sana.

Sungguh, kami percaya padamu dengan kesungguhan juga. Tapi, terkadang hati ini berbalik bertanya kembali sesuatu yang sudah engkau jawab. Kami sering mengalami ketidakyakinan dengan dirimu itu. Ketika ada yang berubah sedikit perhatianmu, itu akan menjadi alat kami untuk menggali lebih dalam apa yang sedang terjadi. Karena kami memang sangat peka dengan hal-hal kecil. Banyak hal yang bermasalah bagi kami, tapi sebenarnya menurut kalian itu bukanlah suatu masalah. Jika perempuanmu terlihat baik-baik saja, maka cobalah tanyakan kepadanya, apakah dia sudah menunjukkan aslinya? Sudah tentu, perempuan tidak baik-baik saja sepenuhnya. Ada hati yang terluka jika harus bertampang layaknya tak ada masalah. Asal kalian tahu, kami sering pura-pura tak masalah namun dalam hati kami ingin berontak dan ada yang mengganjal. Tapi lebih memilih untuk diam, dan memunggu waktu menjawab dari peetanyaan kami.

Maafkah kami, ini semua kami lakukan karena kami adalah seorang perempuan asli. Kami dikodratkan untuk lebih peka, aktif, dan lembut seperti engkau lihat saat ini. Kami hanya ingin memastikan bahwa hanya ada "aku" di dalam hidup ataupun hatimu. Hanya itu. Kami hanya ingin memastikan kasih sayangmu yang takkan berubah, takkan berpindah, dan tetap seperti yang kami inginkan. Bukankah kalian juga kadang demikian? 

Kami tahu, kalian malu untuk melakukan itu semua dan lebih memilih untuk diam sok cool, dan terkesan dingin di mata perempuan. Kalian gengsi jika harus menanyai "sedang apa?" di waktu senggang kalian, dan kami masih sibuk beraktifitas.
Tahukah kalian, bahwa kami senang dengan adanya notifikasi di hp kami dari orang yang kami sayangi. Kami selalu ada waktu untuk berbagi dan memberi kabar meski padat pekerjaan menghampiri. Kami selalu ada waktu untuk sekedar membalas pesan yang tidak penting itu. Jika kalian itu menganggap tidak penting mungkin ada benarnya juga. Namun ketahuilah, bahwa itu semua penting bagi kami. Karena bukti kasih sayang kami butuhkan setiap saat. Bukan hanya di awal hubungan.

Maafkan kami, namun ini adalah kejujuran. Kami ingin lelaki mengerti dengan fitrah kami sebagai perempuan.
Berikanlah kabar!
Jawablah pertanyaannya!
Balaslah pesan singkatnya!
Berikan sedikit basa-basi, dengan menanyakan makan siang, atau sekedar bercerita tentang aktifitas harianmu!
Ungkapkanlah dengan kata-kata sayang, ungkapan rindu, atau angan-angan kalian dalam menjalin hubungan!
Yakinkan perempuanmu. Bukankah kalian menginginkan kebahagiaan perempuanmu juga?



Selasa, 04 April 2017

Melawan Maut Episode 06

Perjalanan ke kos terasa sangat jauh. Di dalam mobil Mas Fulan terus memegangi perutnya, mungkin dia lapar namun aku tak menghiraukannya. Mulutku bungkam tak ingin bicara. Di kepala hanya ada tanda tanya besar.  
"Siapa sebenarnya perempuan itu?"
Tak sampai lima belas menit, mobil berhenti di depan bangunan yang setiap hari kutinggali. Tembok yang warnanya mulai pudar itu melambaikan dirinya dan mengundangku untuk segera masuk ke dalam. Tanpa berkata-kta aku keluar dari mobil dan masuk ke dalam kos itu, sementara Mas Fulan parkir mobil baru hadiah ulang tahun dari ayahnya itu di seberang jalan. Maklum, halaman kos terlalu sempit untuk parkir mobil. Setelah  parkir, Mas Fulan langsung menyusulku dan dia menungguku di ruang depan dengan melipat-lipat jemari tangannya. Sungguh, dia ini seperti tidak memiliki kesedihan.
"Mandinya jangan kelamaan, di rumah banyak kerjaan!"
Aku tak menyahutnya, hanya bergegas ke kamar mandi dan sepuluh menit   sudah keluar dengan penampilan yang berbeda.
Berjilbab!
"Kamu gak laper? Tuh aku ada makanan. Daripada di jalan kenapa-kenapa."
"Gak usah!"
Dia langsung beranjak keluar dan masuk ke mobil tanda buru-buru. Aku mengikuti langkahnya dan semakin bingung dengan kalimat yang ingin aku ucapkan.

"Kamu itu tuan rumah, bukan tamu. Jadi kamu harus tahu apa yang harus dilakukan oleh tuan rumah dalam keadaan duka."
"Iya, aku ngerti."
Dia memang lebih suka jika aku dekat dengan keluarganya dan ikut sibuk ketika di rumahnya sedang ada acara.
"Mas, aku mau tanya."
"Ya udah, tanya aja. Pake ijin segala!"
Tanganku dingin sampai di ubun-ubun. Jantungku berdegup kencang karena takut pertanyaanku akan jadi petaka.
"Yang tadi pagi kita tabrak itu Mas kenal? Kok dia tadi sama Riza?"
"Iya, dia itu temenku yang baru datang dari Semarang. Dulu waktu masih SMP dia di sini, nah trus mamanya nikah lagi sama orang lain dan kabur ke Semarang, akhirnya dia ikut sama mamanya."
"Kok deket gitu sama Riza?"
"Ya kan emang kenal."

Percakapan hanya sampai disitu. Tapi hati ini masih sangat ingin tahu dengan keadaan yang sebenarnya. Aku yakin banget, ini bukan hanya sekedar teman.
Status kami yang sudah tunangan dan hadirnya perempuan itu membuatku semakin bingung dan ragu.
"Jangan-jangan mereka ada hubungan khusus."
Pikiranku terus tertuju padanya. Aku ingin sekali bertanya langsung kepadanya tanpa melalui Mas Fulan. Aku seperti kehilangan kepercayaan kepadanya.

Akhirnya sampai juga di rumah duka.
Terlihat depan rumahnya masih terpasang tenda dengan bendera putih kecil tertancap di sudut kiri rumah. Kursi-kursi plastik masih tertata sedemikian rupa. Namun orang-orangnya sibuk dengan persiapan tahlilan malam pertama. Mas Fulan segera masuk dan bersihkan badannya. Sementara aku menuju kamar untuk memeriksa keadaan mamanya Mas Fulan.
"Assalamualaykum"
"Waalaykumussalam!"
Jantungku seakan berhenti berdetak. Perempuan yang kucurigai telah bersama dengan ibu calon mertuaku. Tak dapat dipungkiri, aku sangat cemburu.
Ada tiga perempuan yang duduk berjejer di atas ranjang dengan kaki selonjoran.
"Sini nak!"
"Iya tante, maaf tadi saya pulang mandi soalnya gak bawa baju ganti"
'Iya gak papa, trus mana Fulan? Suruh dia makan dulu karena dari pagi belum sentuh makanan."
"Iya tante, tadi saya bilang makan di kos saya aja tapi dia bilang gak usah."
Sepertinya rasa sedih itu sudah mulai menguap. Aku semakin cemburu, itu artinya perempuan itu pandai menghibur calon mertuaku ini.

Tiba-tiba kepalaku terasa sakit sekali. Hidung kananku terasa dingin dan saat kuusap, aku mimisan lagi.
"Astaghfirullah, kak, mimisan!"
Riza meraihku dan mengambilkan tissue untuk menyeka. Badanku semakin lemas dan gelap.


****


Saat bangun, terdengar suara banyak orang yang sedang membaca surat yaasiin. Aku langsung tersadar dan bangun dari tempat tidur. Riza menemaniku sambil mengikuti yang dibacakan jamaah di ruang utama. Ketika dia tahu aku sadar, dia langsung berusaha membantuku duduk kembali.
"Kak, jangan dulu bangun!"
Benar saja, lemasnya badanku membuatku tidak mampu untuk bangun lagi.

Riza tidak tahu tentang kanker ini. Aku mulai merencanakan hal lain lagi untuk keluar dari kehidupan mereka. Tapii rasanya sangat sulit. Apalagi dalam keadaan masih berduka seperti ini.
Di sisi lain aku merasa sangat terganggu dengan kehadiran perempuan yang baru saja aku temui itu.



 

Tips Jitu agar Hubungan LDR Tetap Awet



Ketika hubungan jarak jauh menjadi tantangan untuk pasangan sejoli, sudah pasti banyak cobaan yang akan datang. Dan tentunya hal ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun untuk menjaga hubungan, kita perlu berusaha mempertahankannya. Berikut ini adalah cara jitu agar hubungan anda dengan doi tetap awet meski LDR.
1.       Jangan ragu untuk hubungi terlebih dahulu
Dalam hungungan jarak jauh tak jarang membuat salah satu atau keduanya merasa canggung untuk menghubungi terlebih dahulu. Terutama si perempuan. Apalagi jika salah seorang dalam keadaan sibuk. Awalnya hal itu akan menjadi alasan mengapa tidak menghubungi terlebih dulu. Kemudian alasan lupa karena lelah dengan kesibukan, akan menjadi andalan selanjutnya, lalu semakin canggung dan akhirnya loss kontak. Dan apabila mulai bertemu kembali maka hati akan terasa berbeda, bahkkan bisa-bisa perasan menjadi hilang sama sekali.
So, jangan ragu untuk menelepon atau chat duluan. Hal itu tidak akan menjatuhkan harga diri kita sebagai manusia biasa. Belajarlah jadi orang jujur dan apa adanya, jangan menutup-nutupi perasaan yang berkecamuk atau menyiksa diri sendiri.
Karena terkadang, laki-laki memiliki perasaan yang sama dengan perempuan yaitu “gengsi”.
Maka sebisa mungkin hindari dan tinggalkan kegengsian itu.
2.       Menjaga kepercayaan dengan baik
Kepercayaan adalah sesuatu yang mahal. Ketika kita mendapatkannya, lalu menyia-nyiakan maka bersiaplah terima kenyataan bahwa tidak akan diberikan lagi kepercayaan yang pernah kita dapatkan itu.
Ketika kita menemui seseorang yang lebih baik dari pasangan, kadang kita tergoda untuk berpaling dan lebih memilih yang baru. Apalagi jika target juga menyukai kita. Akhirnya khianat tidak bisa dihindarkan.
Jika mulai terdeteksi tanda-tanda saling menyukai antara dirimu dan dirinya, segeralah move dari kedekatan yang terjalin itu. Jangan sampai hal itu bisa memutuskan hubungan antara kamu dengan si doi. Hargailah pasanganmu meskipun ia tak mengawasi.
3.       Mengikuti kegiatan yang positif
Waktu akan terasa sangat membosankan ketika kesibukan telah habis.  Keadaan ini memicu seseorang untuk mencari pasangan pengganti untuk mengisi waktu luang. Sebaiknya ganti hal tersebut dengan mengikuti kegiatan yang bermanfaat, misalnya klub sepakbola, komunitas menulis, atau bisa juga digunakan untuk berbisnis sampingan. Jadi, waktu tidak akan terbuang sia-sia.
4.       Bicarakan masa depan
Jangan ragu untuk membicarakan tentang rencana masa depan kalian. Pikirkan dan diskusikan kemana hubungan itu akan dibawa. Tanyakan kepada pasangan tentang pendapatnya. Hal ini akan memperkuat hubungan, karena masing-masing memiliki rencana yang jelas.



Jadi, apakah kalian sudah melakukan hal ini demi awetnya hubungan jarak jauh?

Jumat, 31 Maret 2017

Hari ini Pelajaran Character Building

selamat malam sahabat :)

Entah mimpi apa tadi malam.
Rasanya hari ini agak berbeda dengan hari lain.

Today is End of Month.
Tahu lah ya, pekerjaan saya sudah dipastikan lebih banyak dari biasanya dan dengan waktu yang lebih panjang. Waktu berakhir di pukul 21:00 WITA.
Aktifitas kerja berjalan seperti biasanya dan alhamdulillah berjalan sebagaimana mestinya.

Menjelang jam sembilan, disaat ada inputan yang harus direversal karena kolektor salah input, dan kami sedang sibuk hitung uang (opname), tiba-tiba terdengar suara ribut dari luar kantor. Sepertinya ada sesuatu yang gak beres. 
"Ahh mungkin emang anak-anak lagi pada canddaan", pikirku.
Kemudian ada orang yang masuk ke dalam kantor, nunjuk-nunjuk teman saya dan membabibuta. Dia berusaha memukul namun untungnya tidak kena sampai luka. Teman saya hanya diam dan berusaha menghindar, sementara teman-teman yang ada di dalam mulai keluar untuk melihat situasi dan bersiap untuk mendinginkan suasana.

Ada sekitar sepuluh orang yang berusaha masuk kantor, namun ada salah seorang yang menahan mereka pas dipintunya. Dari luar kantor mereka teriak-teriak, dalam bahasa Indonesianya, ada yang bilang katanya "bunuh saja". Ada yang bilang "ini koperasi apa?". Entahlah pendengaran saya tiba-tiba tidak berfungsi dengan baik. Badan gemetar dan jantung terasa mau copot. 
Jangan-jangan ini konsumen yang marah-marah karena tagihannya kolektor, atau ada yang ditarik unitnya?

"Astaghfirullahal'adziim".

Sungguh, baru kali ini saya dapat tragedi yang sangat memacu adrenalin. Kaget bercampur takut.
Ada salah seorang dengan badan kekar tinggi besar, rambutnya gondrong seperti Agung Hercules dengan tangtop warna hitam. Orang ini nampaknya lebih agak dewasa dan ada niatan untuk berdamai karena masalah sepele ini.
Namun dari belakang ada seseorang yang saya pun agak lupa untuk bentuk wajah dan warna bajunya. Yang jelas badannya tinggi besar kekar dengan suara lantang yang menggelegar. Mungkin dengan bersinnya saja badanku langsung jatuh tersungkur.
Perkara mereka membawa senjata tajam atau tidak, saya tidak tahu sama sekali. Namun rombongan ini sepertinya sangat marah. Aku masih dalam keadaan kaget, takut dam juga bingung.
Memang mereka dalam keadaan mabuk. Pikirannya pendek. Namun tetap saja, ini berhubungan erat dengan yang namanya moral.

Kami dari kantor berjumlah sekitar 20 orang . Namun apabila itu harus terjadi perkelahian jelas kami akan rata tiga bintang (***).
Jujur saya sangat takut.
Belum lama ini ada kejadian pembunuhan depan mess dengan cara dipukul kepalanya hingga pecah, dan itu bukan di tempat yang sepi. Sungguh, banyak mata yang menjadi saksi.

Belum cukup satu bulan juga ada kejadian pembunuhan lagi dekat kampung ini. Pelaku adalah mantan suami dengan cara dicabik menggunakan parang dengan laras yang tajam hingga tangan korban putus dan beberapa bagian tubuh yang terbelah, sadis sekali!. Kejadian ini juga bukan tanpa saksi.Pasalnya ada beberapa orang yang melihatnya namun tidak bisa menolong karena larinya parang ke badan korban lebih cepat dari usaha warga untuk mencegah perbuatan itu.
Ini menunjukkan bahwa memang mereka seperti tidak ada rasa takut, sekalipun dengan hukum ataupun Tuhannya.

Rasanya saya ingin menjadi pahlawan.
Ingin menghentikan segala bentuk kekerasan bahkan pembunuhan seperti ini. Katanya, mereka ini sangat anti dengan "malu". Lebih baik mati membela nama baik daripada harus menanggung rasa malu.

Oh My God!

Saya rasa ini bukan masalah adat, budaya, daerah atau apapun.
Ini hanya kekurangan materi dan juga tenaga untuk mendidik character building alias pembangunan karakter, dalam artian budi pekerti yang luhur.

Betapa tidak, masalah ini hanya terjadi karena salah paham kata-kata dibarengi dengan orang yang sedang mabuk, lalu kebetulan yang ada didalamnya adalah orang yang berpengaruh dan memiliki rasa malu yang tinggi. Hanya main nunjuk-nunjuk, marah, kok ya harus bawa bala tentara gitu? Apakah tidak bisa memaafkan dan bersabar saja. Toh kalau bertengkar dan akan menimbulkan korban, nama daerah akan tercemar, membuahkan dosa dan  membuat hati semakin gelisah karena terus mencari kepuasan.

Semoga lekas damai dalam artian yang sesungguhnya, jangan ada dendam, karena tidak ada dendam yang tak terhapuskan!
Next, akan saya ceritakan bagaimana magic itu berfungsi di daerah ini.



Mamuju Utara, 310317
S. Laila Syabaniyah

Kamis, 30 Maret 2017

#Memesonaitu Cantik dan Ceria Menebarkan Kebahagiaan

Peradaban sudah semakin modern. Hal yang dulu tidak bisa dilakukan, kini semuanya bisa. Seperti magic saja, sekali sulap langsung berubah.
Begitu juga gambaran untuk makhluk yang namanya "perempuan". Yang kulitnya asli cokelat, dengan sekejap bisa berubah jadi putih mulus dengan make up, cream pemutih, bahkan ada yang rela sampai operasi plastik. Wanita dengan rambut keriting kini bisa dirubah menjadi lurus dan halus dengan rebonding dan smoothing. Bahkan bentuk wajah dengan mudah mereka rombak dari hidung pesek menjadi lebih mancung, pipi tembem menjadi tirus, hingga meruncingkan bentuk dagu. Ada lagi yang namanya sulam alis, sulam bibir, dan juga kawat untuk merapikan tatanan gigi manusia. Asalkan ada dananya, semua bisa dilakukan. Kini semuanya bisa dibeli, wow luar biasa!

Untuk menunjang penampilan kini tersedia berbagai model fashion. Bahkan untuk wanita berjilbab pun sekarang sudah semakin banyak model pakaiannya, seperti jamur di musim penghujan.
Untuk masalah kecantikan dan penampilan sekarang bukan lagi masalah, karena semua kekurangan ada solusinya.
Dan ini tentu menjadikan wanita semakin tampak #memesona.

#Memesonaitu sejatinya dimiliki semua wanita. Karena wanita memang sudah indah, seksi dan dicintai oleh pemiliknya masing-masing. Wanita adalah tulang rusuk dan sudah pasti ada yang memiliki. Namun jangan sampai wanita menyalahgunakan kemolekan tubuhnya untuk hal yang tidak manfaat, ingatlah laki-laki pemilikmu jika pernah terbesit hal yang tak semestinya. Semoga jika ada kekeliruan dalam hati pembaca, bisa diluruskan untuk mengganti dengan hal yang mendatangkan pahala dan juga kebahagiaan, pastinya.

Wanita itu indah, dan keindahannya akan semakin terjaga jika tubuhnya dibalut dengan pakaian yang juga indah pula. Wajahnya dipoles sedemikian rupa dan dihiasi senyuman yang manis. Sangat #memesona.

Tapi #memesonaitu bukan hanya terlihat cantik diluar saja. Karena, kecantikan wajah pada akhirnya akan sirna, hilang tak berbekas. #Memesonaitu bukan hanya putih wajahnya, tapi juga hatinya. Hati yang bersih, memancarkan tutur dan gestur yang lembut dan santun adanya. Selalu tersenyum ramah dan mampu berbaur dengan semua orang. Tidak memilih-milih dan objektif dalam berpendapat, juga tidak sombong.
#Memesonaitu baik budi pekertinya. Mampu memberi pada yang membutuhkan, dan peduli dengan lingkungan.

#Memesonaitu cantik dalam kesederhanaan. Meski telah menjadi kaya, namun tidak mempertontonkan kekayaannya hanya untuk dipamerkan. Orang kaya dengan penampilan yang sederhana, dan rela berbagi akan terlihat jauh lebih #memesona, daripada yang bangga dengan kecantikannya namun acuh dengan lingkungan. Atau yang sombong dengan kekayaannya tapi tak mau bersedekah.
Banyak wanita yang sukses namun seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Karena merasa sudah berhasil, ia bermewah-mewahan dengan hartanya, sementara masih ada hak yang seharusnya dibagikan dengan orang yang lebih membutuhkan.

#Memesonaitu mampu menebarkan aura positif dan kebahagiaan dalam kesehariannya. Mendatangkan inspirasi bagi wanita lain, dan memberi dorongan untuk maju dan terus berkembang.
#Memesonaitu selalu ceria dan mampu menebarkan kebahagiaan. #Memesonaitu mampu menghapus air mata sendiri dengan mudah dan menggantinya dengan karya. Bukan yang hanya menangis dan minta dikasihani oleh orang lain. Karena mereka hanya akan menilai bahwa kita adalah perempuan lemah. Namun ketika kita mengganti dengan karya,disitulah akan nampak kecantikan dari dalam diri kita yang sesungguhnya.



So, buat para wanita Indonesia jangan lupa untuk selalu ceria dan berbagi kebahagiaan dengan semua orang.
Pancarkan pesonamu!

<a href="http://www.pancarkanpesonamu.com/memesonaitu"><img src="http://www.pancarkanpesonamu.com/memesonaitu/assets/imgs/505.jpg" style="width: 505px;" alt="#MemesonaItu"></a>

Rabu, 29 Maret 2017

Lima Hal yang Bisa Mendatangkan Ide



Penulis sering merasa kehilangan atau kehabisan ide. Sementara page yang kosong perlu untuk diisi oleh hal-hal yang manfaat. Berikut cara untuk menumbuhkan inspirasi:

1.    1.  Istirahat sejenak
Emak sering kehilangan ide? Mungkin ini terjadi karena Emak kelelahan. Terlalu asyik menulis kadang membuat Emak kebablasan. Lebih baik Emak istirahat sejenak meluruskan badan agar fit kembali. Namun istirahatnya juga jangan kebablasan ya mak! Biasanya kondisi badan juga mempengaruhi kualitas ide yang muncul.

2.      2. Berkomunikasi dengan sahabat/keluarga
Penulis itu bukan makhluk introvert yang lebih suka menyendiri, namun untuk menulis memang biasanya butuh konsentrasi tersendiri. Selain itu untuk menikmati dan menghayati tulisan sendiri membutuhkan ketenangan. Namun bukan berarti selalu menutup diri dari teman dan juga keluarga. Justru ketika sudah lama berkutat dengan tulisan dan merasa jenuh, Emak sebagai penulis mestinya mulai bertukar pikiran dengan keluarga atau sahabat. Dari pertemuan dengan mereka, Emak akan mendapatkan ide tanpa harus menggali lebih dalam. 

3.      3. Melakukan hobby
Melakukan hobby adalah hal yang sangat menyenangkan bagi setiap orang. Emak punya hobby apa? Traveling? Memasak? Atau menonton? Hobby bisa apa saja, dan ketika Emak sedang kehabisan ide untuk menulis, ini bisa jadi solusi untuk menumbuhkan inspirasi untuk menulis.

4.      4. Jalan- jalan/Refreshing
Hal ini tidak jauh berbeda dengan melakukan hobby, namun ini lebih cenderung ke bepergian bersama orang-orang tercinta. Di perjalanan Emak akan menemukan banyak hal dan bisa dijadikan tema untuk menulis.

5.      5. Beres- beres Rumah
Menulis dalam keadan rumah kotor dan berantakan tentunya membuat hati tidak tenang. Oleh karenanya, Emak bisa membereskan pekerjaan rumah terlebih dahulu agar ide menulis tidak ikut bersarang pada sampah yang berserakan dalam rumah. Selain membuat hati tenang, inspirasi yang Emak cari akan datang dengan sendirinya.




Selamat mencoba ya, Mak!


Pentingnya Membaca



Membaca itu sebenarnya dianjurkan untuk siapa sih? Untuk pelajar yang mau ujian? Untuk anak sekolah? Untuk guru yang akan mengajar? Tidak! Membaca itu diperuntukkan semua orang, sekalipun dia (maaf) buta. Bukankah ada huruf braille? 

Dalam ajaran Islam, ayat Alquran yang pertama turun adalah surat Al-‘Alaq ayat satu sampai lima, dan yang pertama “iqra’”, artinya “bacalah!”. Dan apakah anda tahu bahwa pada zaman turunnya ayat pertama tersebut, Rosulullah SAW belum bisa baca. Maha besar Allah SWT. Karena dengan adanya seperti itu, kita bisa tangkap dan tahu betapa cerdasnya Rosulullah SAW. Inilah mukjizat dari Allah SWT.

Ada juga pepatah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Mengapa? Karena buku adalah tempat bersemayamnya ilmu dan dunia. Tanpa kita kunjungi negara Mesir, kita bisa tahu bahwa disana ada yang namanya piramida. Inilah bukti bahwa membaca adalah kegiatan yang sangat penting. Dari buku kita tahu, apa saja yang ada dalam tubuh manusia. Dari buku kita tahu, betapa hebatnya pahlawan-pahlawan Indonesia yang bergerilya melawan penjajah hingga akhirnya Indonesia merdeka. Banyak hal yang kita dapatkan dari membaca. Meski kadang tidak disadari.

Namun dewasa ini makin banyak orang yang enggan untuk membaca. Mengapa? Karena teknologi semakin canggih, sehingga mereka lebih tertarik menonton daripada membaca. Loh kok malah menyalahkan teknologi? Bukan, bukan salah teknologinya tapi manusianya yang semakin malas karena sudah terbiasa dengan hal-hal yang instan.  Menurut mereka, membaca membuat ngantuk dan kegiatan yang melelahkan. Toh kita bisa mencari videonya di youtube tanpa harus kelelahan membaca. Lagian membaca itu kelamaan dan bertele-tele. Padahal pemikiran seperti itu merupakan racun untuk menurunkan SDM secara perlahan.
Memang bukan hal yang mudah untuk membiasakan membaca.

Untuk terbiasa membaca, kita harus senang melakukannya. Nah, hal ini harus diawali dengan tanggapnya kita terhadap apa yang kita suka atau minati. Misalnya senang dengan film romantis, maka kita bisa mulai membaca novel yang romantis juga. Nanti akan diketahui betapa terasanya sensasi membaca. Jika lebih suka sport, kita bisa mulai mencari berita atau artikel tentang olahraga di internet. Teknologi seharusnya menjadikan kita lebih maju dengan membaca, bukannya malah kudet (kurang update).

Jadi,siap mulai membaca?

Let’s go!



Mamuju Utara, 29 Maret 2017