Senin, 08 Juli 2019

Dear  suamiku, Zulfikar  akbar...

Sayang, tataplah  mataku, pandangi  wajahku  dulu  sebelum  kuhujani  dengan  beribu  pertanyaan.
Atau jika aku tiada, bayangkan saja 😊

Apa kamu hari ini masih mencintaiku? Apa kamu benar -benar  masih  menyayangiku apa adanya? Dengan sepenuh  hati? Apa hanya ada aku dihatimu? Apa kamu masih menyadari  bahwa aku adalah istri yang membutuhkanmu, membutuhkan  kasih  sayangmu, membutuhkan  segalanya  yang ada pada dirimu?

Tidak, aku tidak bermaksud  untuk  meragukanmu. Aku hanya takut, terlalu  banyak  pengharapanku  kepadamu  tentang  itu  semua  namun  sejatinya  tak semuluk  yang kubayangkan. Karena  sakit  sekali  ketika  harus  terbangun  dari  mimpi  yang ternyata  nyata. Jika ternyata  semua  janji  manis  sekedar  janji, sekedar  kata-kata untuk menarik  perhatianku kepadamu, agar aku  mencintaimu, agar aku memberikan  seluruh  yang kupunya  hanya  untukmu.

Semoga tidak, karena  aku takut  yang....
Sayang, aku takut apa yang kuputuskan menyakiti diriku sendiri. :(

Kali ini aku tidak akan meminta  maaf  atas apa yang kurasakan.
Berkali -kali kutangisi  hidupku, namun  tidak seperti  yang kurasa  hari  ini.

Setiap  pagi, aku harus membangunkanmu  untuk  mengantarku  bekerja, dan itu susah  sekali. Bukan hanya karena kamu susah  dibangunkan, terlebih  aku harus  memaksa  rasa ngantukmu  hanya untuk  mengantarku. Mungkin  kamu belum  begitu  paham  dengan istrimu  ini, karena  memang  kita  tidak  lama pacaran, dan baru menikah sekitar  4 bulan.
Aku merasa lebih baik ketika aku yang susah  daripada kamu, bukan karena cintaku melebihi  apapun, tapii  karena  aku tak mau kamu sakit, susah, atau merasakan  yang tidak  enak  apalagi  karena  aku.
Jika ada nasi dingin, lebih baik untuk aku saja. Jika ada makanan gosong  biar aku saja  yang makan  dan aku akan membohongimu  bahwa aku suka  yang gosong. Maafkan aku, sayang....
Bahkan aku beberapa  kali membohongimu  kalau  aku sudah makan  hanya karena  uang  tidak  cukup  untuk  membeli  dua makanan, tidak apa aku yang kelaparan.

Belum lagi jika kamu akan terus  marah  karena  harus  mengantarku. Tapi sebagai seorang istri, aku terpaksa  harus  diam menerima cacian dan makian jika itu harus  aku terima, juga muka masam dan ocehan darimu  hanya karena  sebenarnya  malas mengantarku  pergi  bekerja.

Sedangkan kamu setelah itu  mungkin  akan tidur  lagi  atau main game  sampai  lupa makan. Jika aku waktu pagi tidak sempat  buatkan  sarapan , kamu akan memintaku  memesankan  makanan untukmu  meski  aku sedang bekerja. Aku tetap  menuruti  keinginanmu. Aku hanya ingin berusaha  menjadi istri  terbaik  dari versiku  sendiri. Dan satu lagi, ketika aku  pergi  bekerja  aku harus membuatkan  teh  manis untumu  dan siapkan  air  putih  untuk  kamu minum  ketika  bangun  nanti.

Di malam hari kamu sibuk main game, dan mungkin  lupa atau tidak tahu kalau istrimu ini butuh pelukan  dan ciuman  bahkan  cumbu. Bukankah aku memiliki hak untuk  itu?
Bukan tengah malam ketika aku sudah terlelap  tidur.

Padahal dulu kamu tidak begitu, ketika  awal pernikahan  kita...

Semua terasa  indah, tapi lama kelamaan  aku mulai  merasakan  sakit  hati  sedikit  demi  sedikit...
Banyak  hal kecil  yang berubah, aku hanya mampu rasakan, bukan  protes kepadamu ataupun  pada Tuhan.

Tolong biarkan  aku meluapkan di sini, biarkan  aku simpan  sendiri  sakit  dan perihku  sendiri. Biarkan saja aku menjadi pendiam seketika untuk merenungi apa yang telah aku pilih dan berimbas pada diri sendiri.
Aku sedih jika ternyata kamu menjadikanku pelaian ataupun sesuatu yang waktu itu aku takutkan, maaf aku tak pernah mengatakan kepadamu karena aku takut menyakiti hatimu dengan mengingatkanmu pada seseorang atau sesuatu yang ingin sekali kamu lupakan. Kamu sudah berusaha, dan aku tahu berapa besar pengorbananmu untuk ini semua.

Tapi apa kamu tidak ingat bagaimana caramu mendekatiku dan bisa mendapatkanku sekarang? Ingatkan kamu menangis ketika mendengar aku dilamar pacarku? Aku menangis karena aku pikir aku menyakitimu, aku pikir aku telah membuatmu memiliki harapan lalu masih berhubungan dengan pacarku, aku masih pacaran dengannya tapi masih bersamamu. Kamu tahu kan bagaimana aku waktu itu? Bukan aku yang mengejarmu... Kamu harus akui itu, kamu yang memaksaku setiap hari untuk bertemu bahkan pada akhirnya kita bersama itu karena kamu yang memintaku.
Supaya aku tidak mengutuk diriku sendiri pada rasa bersalah ini.

Ternyata aku yang menyakiti hatinya, menghianatinya, hanya karena orang yang baru kenal dengan memperlakukanku begitu sempurtna, seperti seorang ratu. Iya, aku merasa spesial sekali di matamu waktu itu, menjadi orioritas utama dan selalu didahulukan dari apapun kecuali pekerjaanmu, itupun kamu selalu menyempatkan untuk menghiburku dan membuatku senang. Tapi mengapa sekarang begitu berubah saa sekali tak seperti pada saat itu?

Ketahuilah, bahwa aku tak hanya butuh kata cintamu tapi lebih pada bukti nyata, tindakan dan pemberian.
Aku sambil menangis saat menuliskan ini......

Minggu, 30 Desember 2018

SEBUAH SURAT DI PENGHUJUNG

Dear my family...


Untuk suamiku, yang Allah takdirkan menjadi belahan jiwaku, yang tak pernah kusangka  bisa menjadi bagian teratas dalam hidupku saat ini, orang yang Allah berikan amanah berupa istri sepertiku, yang Allah takdirkan kepadamu hati yang lembut, terima kasih banyak...
Terima kasih, karena telah menerimaku apa adanya, karena kurus kerempengku, karena kecengenganku, karena emosiku yang kerap naik, karena kebodohanku, karena begitu banyak keluranganku sehingga mungkin ada saat saat kamu tak mau membawaku ke sebuah acara, atau kamu tak mau mengajakku ke rumah temanmu..

Terima kasih telah membeikan hatimu entah setengah atau penuh entah sedikit atau banyak, terima kasih untuk itu semua. Terima kasih telah berkomunikasi dengan baik denganku, memberi pengertian dengan sabar kepadaku, dan seringkali menuruti keinginanku. Terima kasih telah menerima keluargaku, orangtuaku. Mereka bodoh, sama sepertiku... terima kasih

Aku mohon maaf atau semua kekurangan itu dan ata semua kebodohan itu, aku mohon maaf jika belum bisa menjadi istri yang terbaik, belum bisa memasakanmu makanan yang enak setiap hari, membuatkanmu teh tiap hari, atau tidak merepotkanmu, maaf...

Selebihnya aku akan sampaikan langsung kepadamu, di hadapanmu,...
InsyaaAllaah..



Untuk mama dan bapak di rumah yang selalu ada di hati, cinta pertama yang tak akan tergantikan oleh siapapun, aku begitu mencintai kalian berdua, layaknya anak pada umumnya. Dalam hati ini dan ucapan doa aku ingin sekali membahagiakanmu dengan cara apapun yang kalian sukai, namun kalau Allah lebih menyukai dengan cara lain, maka aku hanya bisa menjalaninya saja, seperti dengan berbakti pada suamiku, ma...pak... aku akan berusaha menjadi yang terbaik sebagai diri sendiri, sebagai perempuan jawa dan muslimah.

Sekarang anakmu ini sudah dimiliki seseorang ma, orang yang telah bapak nikahkan denganku 7sept18 lalu atas permintaanku, terima kasih banyak, semoga ini semua akan menjadi ladang ibadah bagiku, anak kesayangan bapak dan mama.
Anakmu ini minta maaf karena selama ini hanya bisa meminta tanpa bisa memberikan apapun kepada kalian, sungguh jika aku diberi kesempatan untuk meminta, maka akan kuminta surga untuk kalian berdua di akhirat nanti dan kebahagiaan di dunia.

Maaf, anakmu tak bisa untuk hanya sekedar menemani di hari tua kalian.
Anakmu ini hanya bisa berdoa setiap waktu untuk keberkahan dunia dan akhirat bapak dan mama.
Jika aku akan pergi lebih dulu, jangan ditangisi ma, pak, doakan saja, dan tak membicarakan keburukanku di depan ataupun di belakang orang-orang. Untuk melepasku, cukup dengan satu kali tangisan saja, jangan lebih, karena itu hanya akan membuatku terus terusan menangis.
Tenang saja, aku sadar betul bahwa tanggungan kematian, dosa, pahala hanya aku sendiri, aku tak akan menuntut siapapun jika nanti ketika dihisab, dosaku terlalu banyak, semoga Allaah mengampuniku sebelum waktunya tiba. Karena setiap waktu aku memohon ampun atas dosa yang telah lewat dengan atau tanpa kesengajaan.

Untuk saudara-saudaraku, terima kasih banyak untuk bantuan kalian baik moril dan materil sehingga sampai saat ini aku masih merasakan kehiduoan yang indah yang mungkin banyak orang menginginkan berda di posisi sepertiku. Aku ingin berterima kasih karena selama ini telah memberikan nasihat yang alhamdulilaah bermanfaat bagi kaluarga kecil yang kami bina ini.
Maaf, untuk segala kurang dan salah..
Mungkin ada kata yang menyinggung dan yang pasti kamu belum bisa memberikan apa apa untuk kakak kakak dan adik adik tercinta.
Jika aku harus pegi, aku titip suamiku, semoga Allah melindungi kita semua.. 

Pasangkayu, 31 Desember 2018.
Sincerely, Sugiyati Laila Syabaniyah 

Kamis, 02 Agustus 2018

Berhentilah menghujaniku dengan kasih sayang.
Aku tak mau semakin terlena dengan apa yang kamu lakukan kepadaku. Bukan karena aku tak suka disayangi, tapi itu semua yang membuat dunia seolah segalanya. Membuatku merasa sangat nyaman dan merasa bahwa dunia ini hanya milikku. Bahwa, tak ada orang yang lain di bumi ini.

Aku tak mau itu. Kamu tahu kan, aku ingin hidup dengan menebarkan kebaikan dan ingin membahagiakan orang lain?
Aku ingin sekali semua orang berbahagia dengan apa yang kita lakukan. Tapi pada kenyataannya tidak akan seperti itu. Pasti akan ada yang tidak suka bahkan sampai benci dengan apa yang kita lakukan.

Tak apa, itu sudah menjadi takdir alam. Hukum yang selalu berlaku dan tidak ada yang bisa menggantikannya. Bahkan. ketika dunia ini harus berubah, hukum itu akan selalu ada. Di sini, di sekitar kita. Dan kita tidak bisa lari kemana pun. Tapi percayalah bahwa apa yang kita lakukan yang baik akan mendatangan kebaikan, meski bukan sekarang, meski bukan langsung pada diri kita.

Mungkin berpuluh tahun lagi. Mungkin kepada anak kita, cucu kita, atau nanti di akhirat. Karena, apapun yang kita lakuan hari ini akan tetap mendapatkan ganjaran. Tak perlu muluk untuk mencapai segala sesuatu. Hal kecil saja bisa mendatangkan hal yang besar. Karena semua yang besar dimulai dari yang kecil terlebih dahulu. Sesuatu yang banyak dimulai dari yang sedikit dulu.

Dunia ini seperti cambuk yang terus menyakitiku. Karena aku berharap kepadanya, termasuk kepadamu. Sedangkan kamu hanya diam dan menatapku penuh iba. Tiada guna.

Belas kasihan tidak akan mengubah perasaanku. Rasa iba tidak akan membuatku tenang dengan keadaan.
Pastikan saja, putuskan apa yang aku harapkan, atau tinggalkan aku sama sekali.

Gampang kan?


Mamuju utara, 2 agustus 2018
S Laila Syabaniyah

Ujung-ujungnya kembali kepada Allah SWT

Rasanya aku ingin terbang. Jika bukan untuk pulang, setidaknya bisa merasakan desiran angin yang membawa masalah demi masalah terhempas.
Mungkin orang bilang ini bagian dari putus asa. Tapi sebetulnya hal ini hanya cara untuk berlari dari apa yang harusnya tidak kukejar.

Aku seolah mengejar sesuatu yang tidak pantas kudapatkan. Tertatih dalam perjalanan, penuh tangis, peluh dan aliran darah yang tak perlu. Menghabiskan waktu dengan sia-sia. Terlalu berambisi pada sesuatu yang seharusnya dijalani dengan santai dan menunggu dengan sabar pada waktu yang Allah tentukan.

Tapi, aku hanya manusia biasa. Cepat merasa sakit ketika harus dikecewakan bertubi-tubi.
Aku awalnya berfikir bahwa tertawa riang gembira bisa mengubah perasaan, mengubahnya menjadi bahagia. Ternyata salah, selamanya rasa sakit itu akan ada dan hanya teredam jika kita benar-benar telah lupa.
Karena sepulangnya bergembira, hati akan kembali menangis dengan derai yang lebih deras dan sakit yang lebih sakit.

Rasanya seperti sendiri di muka bumi ini.
Tak punya siapa-siapa.
Tidak memiliki apa-apa.
Sejatinya memang begitu, aku tak berhak atas apapun pada siapapun.

Bersabar dalam menjalani kehidupan adalah kunci utama untuk tetap bertahan, siapa tahu nasib mujur akan segera menghampiriku.

Memang, hidup ini penuh dengan kebimbangan, tapi pilihan akan selalu ada. Dan setelah memilih pun belum selesai. Kita musti pertanggungjawabkan apa yang kita pilih. Memberikan yang terbaik dan tidak berpaling pada apa yang seharusnya kita berikan.

Ketika hidup merasa sendiri, rasanya tiba-tiba ingat bahwa selama ini kurang dekat dengan Allah, bahkan seperti jauh.
Ketika sholat hanya basa-basi, tak dari hati, di situ letak kekosongannya. Berdoa tapi tidak sungguh-sungguh, bagaimana mungkin Allah gubris. Bahasa kasarnya begitu.

Kuusap air mata yang meleleh sedari tadi, melirik jam, dan mengambil air wudhu, lalu bersimpuh dengan derai yang lebih deras dari tangisan pelarian. Sujud lama dan sungguh seperti anak-anak yang meminta uang sama emaknya. Memelas dan memohon pertolongan meski sadar bahwa dosaku begitu banyak.
Tapi, Allah maha pengampun dan pemberi, pemurah dan segalanya.

Ujung-ujungnya kembali lagi.
Tidak ada tempat lagi selain Allah SWT.

Mamuju utara, 02 agustus 2018
S Laila Syabaniyah

Selasa, 23 Januari 2018

Rumah Kedua

Rasanya males banget ada di rumah. Ngerokok gak boleh, katanya karena masih sekolah. Main bentaran doang dimarahin dan diinterogasi, katanya gak boleh main sampe larut malem. Padahal kan temen temenku ngajak nongkrong sambil minum minum. Masa iya, aku sendiri yang gak dateng atau pulang paling cepet? Kebayang kan gimana malunya?

 Belum lagi kalau minta beli sesuatu, pasti aku harus nglekuin sesuatu dulu baru dibeliin. Misal, cuci mobil. Ogah banget kan? Masa sih cowok sekeren dan setampan ini ngerjain kerjaan gituan. Lagian kan ada pembantu juga. Emang bapak ibu di rumah itu terlalu kolot.

Yah aku lebih memilih sering tinggal di rumah tetangga yang kebetulan masih saudara juga. Kak Raden baik banget. Laptop sama motor selalu ada buat aku pakai. Dan emang itu yang aku butuhin.

Bahkan gak jarang aku dibeliin rokok Cuma dengan beliin dia rokok, tentu pakai duitnya dong yah. Tapi itu emang bikin aku betah banget di rumahnya. Sampai sampai dia anggep aku seperti adiknya.

Belum lagi istrinya yang super cantik dan montok. Meskipun udah punya 2 anak, tapi dia tetep mempesona. Aduhh, ponakan suka tegang kalau lihat dia dengan tangtop dan celana ketatnya. Senyumnya itu selalu bikin penasaran sama sentuhan lembutnya.
Tapi dia baik banget, apalagi suaminya. Gak mungkin lah aku bisa pegang walaupun pahanya doang, ya udah pelototin aja udah cukup.

Aku sering berniat buat deketin dan deketin, tapi suaminya selalu membuat hatiku bergetar dan menolak buat deket yang gak biasa. Kak Raden gak pantes aku hianatin. Ahh aku jatuh cinta sama istri orang terdekatku. Tuhaaan, ini bener bener nyiksa banget. Meskipun gitu, aku justru bahagia karena punya kesempatan buat terus ngliatin bahkan bantuin dia kalau pas kesusahan.

Misalnya, pasangin gas di kompornya. Sumpah, itu aku udah seneng banget apalagi kalau dia ketawa dengan lesung pipinya yang indah itu. Dadaku berdesir.

Oh iya,namaku Denis. Awas ya jangan sampai salah ketik, karena huruf D kalau tiangnya kepanjangan jadi berabeh. Aku perjaka loh ya, walaupun udah kuliah 2 semester. Yah paling sabun mandi jadi cepet abis. Gara gara situs bokep yang kubuka waktu main di warnet, otakku jadi liar. Iya, itu kenapa aku betah banget di rumah kak Raden.

Sejujurnya, aku pengen cobain yang asli gimana rasanya. Bentuk dada yang ada di video mirip banget sama punya istrinya kak Raden.
Suatu hari aku disuruh sama kak Radrn anterin istrinya belanja ke mall, karena dia jagain anaknya yang lagi sakit dan gak mau ditinggal sama papanya. Aduuh jantung rasanya mau copot, ponakan langsung bilang, “Wah, kesempatan bagus nih Bang. Gue pengin banget jalan-jalan ke goa bang. Pengen lihat goa Bang!”.

“Ngaco lo, kagak boleh lah! Gue Cuma disuruh nganterin.”

Pikiran mulai kacau. Nyetirnya sampai kurang fokus sampai akhirnya nabrak pagar orang sebelum sampai mall. Alhasil si cantik nubruk dadaku sambil teriak, bukannya aku peluk tapi malah teriak juga saking kagetnya. Alamaaak, ponakan selalu maksa keluar, padahal hari ini aku tempatin di kandang ternyaman yang pernah ada.

Dia masih ada di dada bidang milik Denis, dan tanganku mulai membenamkan kepalanya lebih dalam ke tubuhku. Debar jantung yang disebabkan kaget, sekarang berubah jadi semangat buat menenangkannya.

“Gak papa kak, kita baik baik aja kok. Maaf ya, tadi aku ngantuk jadi gak fokus.”

“Sorry sorry, tadi aku Cuma kaget kok.”

Si cantik melepaskan kepalanya dan tampak kikuk, dan akupun tersenyum puas dengan sikapnya. Dia tersipu, dan itu satu kesuksesan buatku.
Akhirnya kami gak jadi ke mall dan balik ke rumahnya. Ternyata sampai rumah kak Raden gak ada. Anak anaknya tertidur pulas dan sehat sehat aja. Cuma tertinggal HP nya yang mahal itu. HP mahal yang gak mungkin bisa aku beli, apalagi berharap sama ibu dan bapak.

“Cepetan sayang, aku tunggu di depan klinik bersalin ya.”

Pas lihat chat ini aku pikir ini chatnya si Cantik, tapi ternyata di bawahnya beda lagi. Berbeda cerita karena gak mungkin mereka chat dalam serumah.

 "Jadi ini chatnya siapa? Oh mungkin ada yang salah kirim?"
Gambar diambil dari foto ponakan (anak dari kakaku yang kedua?
😊😊


Kamis, 18 Januari 2018

REMINDER FOR OURSELVES

I am a woman.


Sekuat apapun perempuan, dia adalah makhluk yang butuh kasih sayang lebih. Dalam tampilannya yang tegar dan memesona tetap saja membutuhkan bahu lelakinya untuk bersandar, dan dadanya untuk mendekap memeluknya saat sedih dan senang. Meski kadang kata-kata keluar "aku nggak papa.", tapi percayalah bahwa dia sebenarnya membutuhkan pengertian untuk memberikan empati dan juga belaian lembut sikap lelaki. Berusahalah sejenak untuk menjadi dukun, mulailah tebak dan telaah apa yang perempuan inginkan dari lelaki. Jangan menanyai, lakukanlah saja sesuatu yang sekiranya membuat perempuanmu bahagia. Misalnya dengan memuji, atau mengajaknya jalan-jalan ke tempat yang ia sukai.

Memang, perempuan memiliki rasa yang lebih peka daripada laki-laki, makanya air matanya gampang sekali meleleh. Makanya, para lelaki hendaknya lebih mengerti perempuan dan jadilah orang yang bisa melindungi dan mengayominya!

Lelaki dengan perangai menyayangi perempuannya akan terlihat lebih elegan, meski dengan tampilan fisik yang biasa aja atau bahkan dengan materi yang seadanya.Percayalah, tidak semua perempuan membutuhkan lelaki kaya, tampan dan mapan.

Karena, lelaki dengan modal kaya hanya akan mendapatkan perempuan dengan kebutuhan yang sama. Tuhan itu maha adil, kawan! Ketika kamu mempermainkan, maka kamu akan dipermainkan. Ketika kamu berniat berbuat jahat, maka kamulah yang akan dijahati. Karenanya, jangan bangga dan jangan terlalu yakin dengan apa yang kamu niatkan saat ini jika buruk.
Taoi yakinlah bahwa apa yang kamu lakukan akan membawa kebaikan, jika itu adalah niatan yang baik. Karena Tuhan selalu memberikan jalan terbaik, apalagi jika kita melakukannya hanya karena untuk kebaikan.

Dear perempuan perempuan yang baik hatinya, belajarlah untuk berlaku lemah lembut dan kurangi menuntut. Karena, ketika kita banyak menuntut, nantinya justru kita yang akan dituntut. Kalau kita menjalani hidup ini dengan ikhlas dan melakukan yang terbaik, maka alam semesta pun akan melakukan yang terbaik juga.

Kepada para lelaki, belajarlah juga menjadi tegas namun dengan kelembutan. Tunjukkan sikap wibawa dan jadilah panutan bagi perempuanmu. Menjadi pelindung dan juga rumah bagi wanitamu. Agar wanitamu juga menjadikannya rumah bagimu. Karena, kemanapun kalian pergi maka akan kembali ke rumah juga. Bukankah itu indah?

Learning by doing is amazing.
Just reminder for myself.



Mamuju Utara, 19 Januari 2018.
S Laila Syabaniyah

Jumat, 28 Juli 2017

Aku Benci Setia #pertama

Aku  membenci  setia.
Tiga  kali setia, dan tiga  kali  dikhianati. Tahukah  bagaimana  rasanya? Entah... aku  pun  tidak  bisa menjelaskannya. Pandangan kosong  dengan  mata  yang sama sekali  tidak  bisa bergerak. Sesekali  mengeluarkan  buliran  air  mata, tanpa  diseka.

Aku benci  setia.
Saat  berbulan  bulan  menunggu  kabarnya, memimpikan setiap  momen  indah  yang akan  kami  lalui. Membayangkan  betapa  bahagianya  pada saat  bertemu nanti. Setiap  hari  kutuliskan  surat  tanda  kesetiaan  yang  tak  pernah  aku  kirim. Aku  hanya  menuliskan  lalu  menyimpan  dalam  lembaran  buku  yang setiap.hari  kian  menebal.

Lalu ketika  hari datang, aku  bertemu  dengannya. Tahu  bagaimana  bahagiaku? Kalau  sudah  pernah  bertemu  kekasih  setelah  LDR pasti  tahu  persis  rasanya. Ingin  tersenyum  terus, bahagia  dan  semuanya  terasa  indah. Tidak  ada keluhan!

Perbincanganku  dengannya  terhenti. Lalu  dia menatapku  dengan  sendu. Aku  terhenyak.

"Sayang, aku minta  maaf  ya."

"Emang  kenapa?"

"Aku  nggak  tega  kalau.lihat  kamu  begini."

Aku  hanya  terdiam  dan semakin  kebingungan.
Wajahnya  semakin  redup  dan menunduk. Tangan  kanannya  meraih  rambutku  dan membelainya  dengan penuh  kasih.

Maksudnya  apa sih, aku kan nggak  punya  penyakit  apa  apa.

"Aku punya  pacar  lagi."

"Maksud kamu?" Dengan sigap  tanganku  menyingkirkan  lengannya  yang kekat  itu.

"Maafin  aku, tapi  aku  nggak  mau terus  terusan  bohongi kamu. Aku nggak  tega, kamu  setia  dan tulus  sementara  aku punya  kekasih  lagi."

"Kamu  becanda  kan?"

Lalu dia sodorkan  hp  nya dan memperlihatkan  foto  pacarnya  yang baru.

Dia  bilang, awalnya  dia ingin setia  bersamaku. Tapi  ternyata  dia  nggak  bisa hidup  tanpa  pacar  dan nggak  bisa  LDR. Pada akhirnya  dia memutuskan  untuk SELINGKUH.

Malam itu  aku  menangis  sesenggukan  hingga  pagi. Aku merasa  dunia  ini  telah  hancur. Semua  yang kukorbankan  sia sia. Setia  hanya  akan membawa  luka. Aku  tak  pernah  dapat  keindahan  dari  sebuah  kesetiaan. Aku  benci  setia.  aku benci!!!

Mamuju utara, 28 juli  2017
S laila syabaniyah


Sabtu, 08 Juli 2017

Diusik Masa Lalu

Seperti biasanya, banyak  notifikasi  dari Wa, line, facebook, telegram, ig, email, dan medsos lain. Maklum, belakangan aku aktif  di semua  medsos  dan sering mengikuti  kegiatan  online  yang berbau  kepenulisan. Tapi lebih  sering  nyetatus sih, hehe

Hari itu  mataku terbelalak  melihat  pesan  yang  tidak  diketahui  nama pengirimnya. Iya, nomor  baru. Penasaran aku membukanya  dan membaca  dengan  hati -hati. Oh, isinya  permohonan  maaf ala lebaran. Ehemm,maklum masih  bau-bau idul  fitri. Tapi  yang membuatku  kaget  adalah  nama  di bawah tulisan. "Furqan "

Lima tahun telah berlalu,namun rasa kecewa mendalam  masih  dengan  santainya  bertengger  di tangkai  hati. Iya, kecewa  itu aku buat sendiri. Dia memang  tidak pernah bermaksud  mengecewakanku, hanya  saja sikapnya  yang tak bisa menyesuaikan dengan kondisi.

Tapi layaknya artis profesional  aku menjawab pesan itu
[30/6 17.44]  Laila: Eh mas Furqan,sami2.
Minna  waminkum  taqobbal  yaa  kariim
[30/6 17.45] Laila: Kembali  ke fitrah, maafkan  semua salahku  yaa.
Begitu juga  salah  yang  tak  disengaja  njenengan  lakukan, telah  aku  maafkan 🙏🏼

Woww aku menjadi sok bijak. Tapi memang itu yang harus  kulalukan. Memaafkan  sesiapapun  yang meminta  maaf, juga yang salah dan tak meminta  maaf. Semua dimaafkan. Karena  aku sadar, ketika  memaafkan, mata semakin  terbuka. Kita jadi lebih menyadari  kebenaran  yang sesungguhnya.

Aku adalah tipe orang yang suka berterus  terang. Tak suka  menyembunyikan  perasaan, atau basa -basi memberi kode. Aku selalu  bilang  tak suka  jika tak suka. Menyampaikan  pendapat  jika  aku keberatan  dengan pendapat  orang lain. Selalu  nyeplos  jika  memang  ada yang ganjil.

 Belum sempat aku mengirim pesan lagi, dia mengetik  sesuatu. Kutunggu  balasan  darinya. Debar  jantung  memang  tak dapat  dipungkiri. Aku seperti terpancing  akan marah  jika  dia membahas  masalalu  yang telah  kutinggalkan  jauh  itu.

Ternyata aku salah. Dia sama sekali tidak berubah. Aku jadi  berburuk  sangka  kepadanya. Jangan-jangan dia hanya ingin terlihat  peduli dengan kesalahannya. Semenjak  dia curhat  tentang  bagaimana  dia jatuh cinta  pada  gadis  Mataram, aku begitu  benci  dengan namanya. Oh bukan, aku benci perlakuannya  kepadaku. Bagaimana mungkin  dia menceritakan  perasaannya  pada gadis  yang jelas -jelas menyukainya sedari dulu.

Memang  benar, rasa suka itu seketika  hilang! Sirna! Meskipun  dia akan berlutut  kepadaku, aku takkan  mau bersama dengan  dia!
Astaga....aku sangat hancur kala itu.

[30/6 18.17] ‪Furqan‬: Ya alhamdulillah , aq juga sadar bnyak salah meng koe, syukur nek bener" wis aweh maaf
[30/6 18.17] ‪: Maturswun ya , 😁

Ternyata balasannya hanya ini. Jadi aku  ingin membuat suasana  menjadi  cair, meskipun hati sebenarnya  sangat  beku. Malas dan ingin block nomornya. Tapi  itu  sangat  tidak  mencerminkan  ketegaran  jiwaku.

Kubuat  dia tidak merasa  bersalah. Dan aku masih  merasakan  sakit  itu.
Kekeliruan  memang  mudah  dimaafkan, tapi hati tak pernah bisa menutup  luka dengan sempurna.

Mamuju  utara, 08 juli 2017
S laila syabaniyah

Kamis, 08 Juni 2017

Menukar Waktu dengan Uang

(masih) Soal Kerja.
Oleh : S Laila Sya'baniyah

Saya adalah seorang karyawati di salah satu perusahaan pembiayaan ternama di Indonesia, sebagai staf operasional. Mungkin ada yang paham bagaimana dengan load kerjanya. Berangkat jam 8 pulang jam sore, bahkan kadang bisa sampai malam. Masalah support memang jadi alasan utama mengapa kerjaan itu bisa sampai memakan waktu yang lama.
Waktu yang menyita sebagian hidup kita.

Ketika sampai rumah atau kos, tinggallah rasa lelah dan badan rasanya ingin beristirahat. Padahal harus membereskan barang-barang yang tampak berantakan itu. Orangtua, saudara, dan teman-teman sering menghubungi tapi saya sibuk. Giliran sudah selesai pekerjaan dan pulang, pengennya istirahat.

Teman-teman mulai bilang, kalau saya sombong dan tidak ada waktu untuk mereka. Kabar update di rumah pun mulai jarang di akses. Asal tahu orangtua sehat, saudara sehat, sudah syukur Alhamdulillah. Cukup seperti itu. Dalam hati ingin sekali berbincang lama dengan keluarga, dengan kerabat. Tapi waktu kerja selalu saja jadi masalah utama mengapa saya lebih cuek dengan mereka.

Sementara orangtua, yang melahirkan dan membesarkan sangat berharap saya berada di sampingnya atau setidaknya bisa mendengar setiap kali mereka bercerita tentang keseharian aktivitas di rumah.

Menukar waktu dengan uang.
Mungkin lebih tepatnya seperti itu. Waktu untuk bercengkrama dengan keluarga, waktu jalan-jalan, waktu berbelanja, bahkan kadang waktu istirahat pun saya tukar dengan lembaran-lembaran uang itu. 

Terimakasih, perusahaan yang sudah memberikan saya kesempatan untuk belajar dan berkontribusi dengan baik. Terimakasih telah bersedia membeli tenaga dan pikiran saya yang sederhana ini. 
Maaf, karena badan saya sesekali lemah mungkin karena istirahat yang saya gunakan untuk menambah support yang diminta itu. Support tuntutan. Waktu yang seharusnya saya gunakan untuk istirahat. Biarlah, itu tidak apa. 

Namun, biarkan saya cuti untuk beberapa hari di waktu lebaran nanti bersama keluarga. Bukankah selama ini waktu saya engkau minta untukmu? Engkau memintaku untuk memberikan yang terbaik, dengan cara mencapai target dengan sempurna? Saya telah melakukannya bukan? Saya telah memberikan yang terbaik.

Saya tak ingin menukar waktu indah itu dengan uang lagi. Kebahagiaan bersama keluarga adalah hal yang tidak bisa dibeli. Biarkan saya menolak untuk pertukaran waktu dengan uang kali ini.
Bukankah ini permintaan kecil dibandingkan permintaanmu terhadap waktuku selama ini?

Mamuju Utara, 08 juni 2017

Minggu, 04 Juni 2017

Takut Ditanya Nikah Pas Lebaran, Tips ini Cocok Hadapi Pertanyaan

Lebaran sebantar lagi, sudah pasti bakalan pada mudik kan? Ketemu keluarga besar dan teman lama. Rasanya pasti bahagia banget, bisa bertemu di momen yang setahun sekali. Akan banyak yang bisa diceritakan. Pengalaman selama berpisah dengan mereka dan menjalani hidup yang luar biasa di perantauan.

Dan bagi para jomblo sudah pasti akan dapat peetanyaan yang sama setiap kali bertemu.
"Kapan nikah?"
Aduh, pasti ini suka bikin kesal dong yah. Jadi ingat mantan, atau jadi merasa dipojokkan karena sampai detik ini belum ada tanda-tanda kedatangan jodoh. Aduuh...


Ehmmm tapi saya punya tips untuk menghadapi pertanyaan yang menyeramkan itu:

1. Berikan senyuman termanis yang kamu punya.
Mungkin mereka yang bertanya akan mengerti maksud kita bahwa hilal jodoh belum kelihatan. Atau mereka akan kebingungan dan penasaran dengan jawaban kita. Jangan sesekali marah atau terlihat marah jika pertanyaan itu muncul.

2. Beritahu kalau kamu belum siap
Biasanya orang yang bertanya itu belum tahu kondisi yang ada. Mereka hanya ingin tahu kenapa sampai saat ini kamu belum menikah, padahal kawan sejawat kamu semuanya sudah berkeluarga. Beritahu saja kalau menikah itu membutuhkan kesiapan lahir dan batin agar kelak tidak ada penyesalan dan bahtera rumah tangga bisa diarungi dengan lancar.

3. Tunjukkan persiapan kamu untuk menjemput jodoh
Kebutuhan finansial sebelum menikah tentu berbeda jika nanti sudah berkeluarga. Tentu tingkat kebutuhannya juga berbeda. Berikanlah pengertian seperti itu dan sampaikan bahwa kamu sedang mempersiapkan itu semua untuk masa depan.

4. Mintalah doanya agar dilancarkan
Ketika kita minta didoakan agar dilancarkan, maka yang bertanya akan semakin penasaran dan menganggap kita telah bersiap menuju pelaminan. Maka biarkan mereka beranggapan seperti itu dan bersikaplah cuek seperti biasa.

5. Berdoalah agar diberikan jodoh yang sholeh/sholehah
Berusaha saj tidak cukup.  Menghindari pertanyaan juga tidak bisa mendatangkan jodoh. Memang jodoh manusia sudah ada yang mengatur, hanya saja apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak pada hasil nanti. Seperti halnya jodoh kita yang nanti akan kita temukan. Katanya, jodoh adalah cerminan diri kita dan kita pun harus memperbaiki diri agar jodoh kita juga nanti sudah menjadi baik.
Berdoalah agar dipertemukan secepatnya. Karena kapan pun itu, pasti adalah yang terbaik.



Jadi jangan takut lagi untuk menghadapi pertanyaan menyeramkan itu. Hadapi saja dengan happy.

S Laila Sya'baniyah
Mamuju utara, 04 juni 2017

Sabtu, 13 Mei 2017

Memesona Itu Selalu Segar dan Wangi


Sebagai frontliner, saya dituntut untuk selalu tampil cantik, rapi, bersih, segar dan wangi. Bahkan hal ini tercantum dengan sangat jelas di SK perusahaan. Mulai dari warna eyeshadow, warna lipstik, model rambut atau jilbab, warna pakaian yang shoft, semuanya ada di sana.

Benar saja, karena saya setiap hari bahkan setiap saat selalu melayani konsumen. Selain harus bersikap ramah dan sopan, penampilan juga harus mengimbangi dengan cara menyusun dan membentuk diri sendiri menjadi "good looking".

Kesan orang pertama kali pada saat bertemu seseorang adalah ketika melihat penampilannya. Terlebih seorang frontliner di perusahaan pembiayaan ternama di Indonesia seperti saya.

Saya selalu merias wajah agar tampak lebih cantik dan memberikan kesan ceria. Selain itu, mengutamakan senyuman saat bertemu konsumen merupakan hal terpenting dalam pelayanan, agar interaksi menjadi lebih hangat dan menimbulkan efek tagih pada lawan bicara.

Namun ternyata tidak cukup jika hanya mengandalkan cantik dan ramah saja. Harum juga sangat penting untuk memperbaiki perasaan yang kurang baik, juga mampu menimbulkan perasaan bahagia. Dan saya mulai bingung untuk ini. Karena, setiap pagi saya selalu wangi dari aroma handbody lotion masih segar. Namun semakin siang wangi itu semakin pudar.

Kurang menyukai parfum membuat saya sangat selektif dalam memilihnya. Mencari yang cocok dengan aroma yang shoft namun segar ternyata bukan hal yang mudah. Ada beberapa botol parfum berjejer di lemari saya, namun setelah dipakai beberapa kali akhirnya saya merasa bosan dan tidak cocok. Hingga akhirnya saya menemukan Vitalis Body Scent Blossom special admiration.

Sejek memakai Vitalis Body Scent blossom saya merasa lebih percaya diri bertemu dengan siapa saja dan berbicara dengan senang hati. Rasanya lebih bahagia dengan aroma yang tercium dari tubuh saya sendiri. Kini botol parfum ini selalu menemani kemanapun saya pergi.

Karena #MemesonaItu bukan hanya cantik, tapi juga harus wangi.

Pancarkan pesonamu dengan Vitalis Body Scent varian apa saja untuk mencerahkan hari-harimu.


Kamis, 27 April 2017

Kenali Tiga Tanda Kejenuhan Karyawan

Apakah anda seorang atasan? Jika iya, pasti anda menginginkan bawahan anda betah dan bekerja dengan baik atas apa yang menjadi pekerjaannya.
Apa jadinya jika bawahan anda bermalas-malasan dan membuat perusahaan merugi? Sudah tentu, anda adalah orang yang pertama kali dirugikan.
Nah untuk mengetahui akar dari masalah ini, tentu anda harus menggali lebih dalam apa yang sebenarnya membuat itu semua terjadi. Mungkin, bawahan anda jenuh. Atau, merasa tidak cocok dengan jobdesc nya, atau kurang cocok dengan cara bekerja yang anda sampaikan.
Semua ada alasannya, misalnya karena jenuh. Mungkin, bawahan anda sudah bosan dengan pekerjaannya. Semua orang memiliki perasaan ini, termasuk anda dan juga si bawahan. Kenali tanda-tandanya!

1. Pekerjaan Menumpuk
Jika anda lihat tumpukan berkas yang belum dikerjakan, dengan ritme yang tidak begitu Kerap, bisa jadi ini disebabkan karena kejenuhan yang sudah mencapai puncaknya si bawahan. Tanyakan dengan bahasa yang baik, lalu diskusikan langkah selanjutnya agar si bawahan merasa anda memperhatikan kenyamanannya dalam bekerja. Jadilah atasan yang Care terhadap bawahan!

2. Sering Melakukan Kesalahan
Dalam pekerjaan tentu kita tak jarang melakukan kesalahan, baik transaksi ataupun yang lainnya karena hujan error. Biasanya ini terjadi karena kurang pahamnya terhadap sistem yang ada, atau karena kurang konsentrasi saat bekerja.
Namun hal ini bisa juga terjadi karena rasa bosan atau jenuh yang melekat di hati seseorang. Perhatikan untuk hal ini, karena biasanya bawahan segan untuk menyampaikannya. Maka anda sebagai atasan yang baik, berikanlah solusi untuk permasalahannya.

3. Terlihat Malas dan Kusut
Orang yang merasa bosan dengan profesinya, dia akan malas untuk melakukan hal apapun. Bahkan dalam berpenampilan mulai memperlihatkan perubahannya. Biasanya si bawahan menjadi kurang taat. Ketahuilah, ini memang mutlak kesalahan bawahan tapi anda sebagai bosnya, bisa memberikan bimbingan, motivasi serta support yang mereka butuhkan. Bukankah kalian harusnya saling support?



Apa anda sudah mengenali perilaku yang menandakan kejenuhan ini terhadap bawahan?


Hatiku sudah Bersih dari Semua Tentangmu

Aku benar-benar telah melupakanmu.
Hati ini sangat yakin, tidak ada lagi ikatan bahkan tali bekas pun sudah kubuang jauh dari jiwaku.

Terimakasih, telah hadir sebagai sosok yang sempat membuatku menggila tak beralasan. Bahkan, kumpulan puisi yang kutulis itu telah kutinggalkan bersama lapuknya kayu tempat mereka bertengger. Aku yakin, disana masih tertulis jelas namamu dan sajak indah yang setiap hari kugoreskan diatas kertas. Hanya untukmu.

Aku pernah menginginkan keindahan bersamamu. Namun, aku sadar bahwa hati tak dapat diminta. Karena cinta itu dipilih ,bukan memilih. Jadi, sekuat apapun aku memilihmu maka tetap akan ada gadis lain yang engkau pilih.

Tak apa , aku pun selalu menyadari itu.

Aku pernah berdoa di setiap waktu, "pertemukanlah aku dengan dirinya yang selama ini kuinginkan, ya Allah".
Sungguh, derai air mata kerap membanjiri sajadah tempatku bersujud kalau itu. Membasahi mukena yang kupakai sholat setiap waktu. Sampai kelopak mata ini bengkak karena air mata yang terlalu banyak kucucurkan.

Engkau tak pernah mempedulikan itu. Dan setiap sinyalku, pesan singkatku, semuanya kau abaikan. Tak apa, aku pantas mendapatknnya. Aku tak pernah memaksamu. Aku hanya ingin engkau tahu.

Maaf, curahan hatiku memang tak ada gunanya untukmu. Sama sekali tiada manfaat bagimu, tak apa. Asal kau telah membacanya.

5 tahun telah berlalu. Sedikit goresan luka itu masih terasa perih. Bahkan jika kau mulai mengoreknya, mungkin akan berdarah lagi. Mohon, jangan pernah sentuh masalalu yang telah kubuang jauh.
Engkau tidak tahu perjuanganku membuat luka ini kering. Engkau tak tahu bagaimana aku menerima orang lain dalam hatiku. Orang yang menginginkanku.

Aku sadar, cinta itu memang dipilih, bukan memilih.



Mamuju Utara, 27 April 2017
S. Laila syabaniyah

Rabu, 19 April 2017

Ungkapan Hati Perempuan untuk Laki-laki

Aku pikir, ini akan baik-baik saja, ternyata tidak. Akhirnya aku harus menuliskan ini sebagai surat kita (perempuan) untuk mereka (laki-laki)

Ada hal yang tak ingin diucapkan, tapi perlu untuk dimengerti. Mungkin ini salah satu alasan bahwa aku ingin dikatakan sebagai seorang perempuan. Makhluk aneh yang sering menyebalkan bagi sebagian laki-laki.  Tapi apa kalian tahu fakta tentang sifat yang sering dianggap menyebalkan dan aneh itu?

Ada hal yang tidak dapat diungkapkan, namun selalu terucap di dalam hati. Ada perasaan yang tidak bisa untuk didefinisikan, tapi sangat terasa di dalam dada. Bahkan ketika tidurnya tak bisa nyenyak, sudah pasti ada sesuatu yang mengganjal di pikiran. Namun sulit sekali untuk menyatakan maksud dan tujuan. Kami ingin laki-laki menanyai dan aktif untuk mencari tahu masalah kami. Bukan diam dan menunggu perempuan mengucapkannya. Karena itu hanya akan menambah kekacauan otak kami.

Dear laki-laki, bisakah engkau mengerti perempuan lebih dalam? Bisakah engkau perlakukan layaknya ratumu? Bukankah engkau tahu bahwa itu semua yang perempuanmu butuhkan?
Maaf, kami selalu datang di waktu yang tidak tepat. Kami mengganggu waktu kerjamu, mengganggu istirahatmu, kami selalu rempong menanyakan ini itu. Kami selalu saja kepo, ingin tahu apa yang engkau kerjakan di luar sana.

Sungguh, kami percaya padamu dengan kesungguhan juga. Tapi, terkadang hati ini berbalik bertanya kembali sesuatu yang sudah engkau jawab. Kami sering mengalami ketidakyakinan dengan dirimu itu. Ketika ada yang berubah sedikit perhatianmu, itu akan menjadi alat kami untuk menggali lebih dalam apa yang sedang terjadi. Karena kami memang sangat peka dengan hal-hal kecil. Banyak hal yang bermasalah bagi kami, tapi sebenarnya menurut kalian itu bukanlah suatu masalah. Jika perempuanmu terlihat baik-baik saja, maka cobalah tanyakan kepadanya, apakah dia sudah menunjukkan aslinya? Sudah tentu, perempuan tidak baik-baik saja sepenuhnya. Ada hati yang terluka jika harus bertampang layaknya tak ada masalah. Asal kalian tahu, kami sering pura-pura tak masalah namun dalam hati kami ingin berontak dan ada yang mengganjal. Tapi lebih memilih untuk diam, dan memunggu waktu menjawab dari peetanyaan kami.

Maafkah kami, ini semua kami lakukan karena kami adalah seorang perempuan asli. Kami dikodratkan untuk lebih peka, aktif, dan lembut seperti engkau lihat saat ini. Kami hanya ingin memastikan bahwa hanya ada "aku" di dalam hidup ataupun hatimu. Hanya itu. Kami hanya ingin memastikan kasih sayangmu yang takkan berubah, takkan berpindah, dan tetap seperti yang kami inginkan. Bukankah kalian juga kadang demikian? 

Kami tahu, kalian malu untuk melakukan itu semua dan lebih memilih untuk diam sok cool, dan terkesan dingin di mata perempuan. Kalian gengsi jika harus menanyai "sedang apa?" di waktu senggang kalian, dan kami masih sibuk beraktifitas.
Tahukah kalian, bahwa kami senang dengan adanya notifikasi di hp kami dari orang yang kami sayangi. Kami selalu ada waktu untuk berbagi dan memberi kabar meski padat pekerjaan menghampiri. Kami selalu ada waktu untuk sekedar membalas pesan yang tidak penting itu. Jika kalian itu menganggap tidak penting mungkin ada benarnya juga. Namun ketahuilah, bahwa itu semua penting bagi kami. Karena bukti kasih sayang kami butuhkan setiap saat. Bukan hanya di awal hubungan.

Maafkan kami, namun ini adalah kejujuran. Kami ingin lelaki mengerti dengan fitrah kami sebagai perempuan.
Berikanlah kabar!
Jawablah pertanyaannya!
Balaslah pesan singkatnya!
Berikan sedikit basa-basi, dengan menanyakan makan siang, atau sekedar bercerita tentang aktifitas harianmu!
Ungkapkanlah dengan kata-kata sayang, ungkapan rindu, atau angan-angan kalian dalam menjalin hubungan!
Yakinkan perempuanmu. Bukankah kalian menginginkan kebahagiaan perempuanmu juga?



Selasa, 04 April 2017

Melawan Maut Episode 06

Perjalanan ke kos terasa sangat jauh. Di dalam mobil Mas Fulan terus memegangi perutnya, mungkin dia lapar namun aku tak menghiraukannya. Mulutku bungkam tak ingin bicara. Di kepala hanya ada tanda tanya besar.  
"Siapa sebenarnya perempuan itu?"
Tak sampai lima belas menit, mobil berhenti di depan bangunan yang setiap hari kutinggali. Tembok yang warnanya mulai pudar itu melambaikan dirinya dan mengundangku untuk segera masuk ke dalam. Tanpa berkata-kta aku keluar dari mobil dan masuk ke dalam kos itu, sementara Mas Fulan parkir mobil baru hadiah ulang tahun dari ayahnya itu di seberang jalan. Maklum, halaman kos terlalu sempit untuk parkir mobil. Setelah  parkir, Mas Fulan langsung menyusulku dan dia menungguku di ruang depan dengan melipat-lipat jemari tangannya. Sungguh, dia ini seperti tidak memiliki kesedihan.
"Mandinya jangan kelamaan, di rumah banyak kerjaan!"
Aku tak menyahutnya, hanya bergegas ke kamar mandi dan sepuluh menit   sudah keluar dengan penampilan yang berbeda.
Berjilbab!
"Kamu gak laper? Tuh aku ada makanan. Daripada di jalan kenapa-kenapa."
"Gak usah!"
Dia langsung beranjak keluar dan masuk ke mobil tanda buru-buru. Aku mengikuti langkahnya dan semakin bingung dengan kalimat yang ingin aku ucapkan.

"Kamu itu tuan rumah, bukan tamu. Jadi kamu harus tahu apa yang harus dilakukan oleh tuan rumah dalam keadaan duka."
"Iya, aku ngerti."
Dia memang lebih suka jika aku dekat dengan keluarganya dan ikut sibuk ketika di rumahnya sedang ada acara.
"Mas, aku mau tanya."
"Ya udah, tanya aja. Pake ijin segala!"
Tanganku dingin sampai di ubun-ubun. Jantungku berdegup kencang karena takut pertanyaanku akan jadi petaka.
"Yang tadi pagi kita tabrak itu Mas kenal? Kok dia tadi sama Riza?"
"Iya, dia itu temenku yang baru datang dari Semarang. Dulu waktu masih SMP dia di sini, nah trus mamanya nikah lagi sama orang lain dan kabur ke Semarang, akhirnya dia ikut sama mamanya."
"Kok deket gitu sama Riza?"
"Ya kan emang kenal."

Percakapan hanya sampai disitu. Tapi hati ini masih sangat ingin tahu dengan keadaan yang sebenarnya. Aku yakin banget, ini bukan hanya sekedar teman.
Status kami yang sudah tunangan dan hadirnya perempuan itu membuatku semakin bingung dan ragu.
"Jangan-jangan mereka ada hubungan khusus."
Pikiranku terus tertuju padanya. Aku ingin sekali bertanya langsung kepadanya tanpa melalui Mas Fulan. Aku seperti kehilangan kepercayaan kepadanya.

Akhirnya sampai juga di rumah duka.
Terlihat depan rumahnya masih terpasang tenda dengan bendera putih kecil tertancap di sudut kiri rumah. Kursi-kursi plastik masih tertata sedemikian rupa. Namun orang-orangnya sibuk dengan persiapan tahlilan malam pertama. Mas Fulan segera masuk dan bersihkan badannya. Sementara aku menuju kamar untuk memeriksa keadaan mamanya Mas Fulan.
"Assalamualaykum"
"Waalaykumussalam!"
Jantungku seakan berhenti berdetak. Perempuan yang kucurigai telah bersama dengan ibu calon mertuaku. Tak dapat dipungkiri, aku sangat cemburu.
Ada tiga perempuan yang duduk berjejer di atas ranjang dengan kaki selonjoran.
"Sini nak!"
"Iya tante, maaf tadi saya pulang mandi soalnya gak bawa baju ganti"
'Iya gak papa, trus mana Fulan? Suruh dia makan dulu karena dari pagi belum sentuh makanan."
"Iya tante, tadi saya bilang makan di kos saya aja tapi dia bilang gak usah."
Sepertinya rasa sedih itu sudah mulai menguap. Aku semakin cemburu, itu artinya perempuan itu pandai menghibur calon mertuaku ini.

Tiba-tiba kepalaku terasa sakit sekali. Hidung kananku terasa dingin dan saat kuusap, aku mimisan lagi.
"Astaghfirullah, kak, mimisan!"
Riza meraihku dan mengambilkan tissue untuk menyeka. Badanku semakin lemas dan gelap.


****


Saat bangun, terdengar suara banyak orang yang sedang membaca surat yaasiin. Aku langsung tersadar dan bangun dari tempat tidur. Riza menemaniku sambil mengikuti yang dibacakan jamaah di ruang utama. Ketika dia tahu aku sadar, dia langsung berusaha membantuku duduk kembali.
"Kak, jangan dulu bangun!"
Benar saja, lemasnya badanku membuatku tidak mampu untuk bangun lagi.

Riza tidak tahu tentang kanker ini. Aku mulai merencanakan hal lain lagi untuk keluar dari kehidupan mereka. Tapii rasanya sangat sulit. Apalagi dalam keadaan masih berduka seperti ini.
Di sisi lain aku merasa sangat terganggu dengan kehadiran perempuan yang baru saja aku temui itu.



 

Tips Jitu agar Hubungan LDR Tetap Awet



Ketika hubungan jarak jauh menjadi tantangan untuk pasangan sejoli, sudah pasti banyak cobaan yang akan datang. Dan tentunya hal ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun untuk menjaga hubungan, kita perlu berusaha mempertahankannya. Berikut ini adalah cara jitu agar hubungan anda dengan doi tetap awet meski LDR.
1.       Jangan ragu untuk hubungi terlebih dahulu
Dalam hungungan jarak jauh tak jarang membuat salah satu atau keduanya merasa canggung untuk menghubungi terlebih dahulu. Terutama si perempuan. Apalagi jika salah seorang dalam keadaan sibuk. Awalnya hal itu akan menjadi alasan mengapa tidak menghubungi terlebih dulu. Kemudian alasan lupa karena lelah dengan kesibukan, akan menjadi andalan selanjutnya, lalu semakin canggung dan akhirnya loss kontak. Dan apabila mulai bertemu kembali maka hati akan terasa berbeda, bahkkan bisa-bisa perasan menjadi hilang sama sekali.
So, jangan ragu untuk menelepon atau chat duluan. Hal itu tidak akan menjatuhkan harga diri kita sebagai manusia biasa. Belajarlah jadi orang jujur dan apa adanya, jangan menutup-nutupi perasaan yang berkecamuk atau menyiksa diri sendiri.
Karena terkadang, laki-laki memiliki perasaan yang sama dengan perempuan yaitu “gengsi”.
Maka sebisa mungkin hindari dan tinggalkan kegengsian itu.
2.       Menjaga kepercayaan dengan baik
Kepercayaan adalah sesuatu yang mahal. Ketika kita mendapatkannya, lalu menyia-nyiakan maka bersiaplah terima kenyataan bahwa tidak akan diberikan lagi kepercayaan yang pernah kita dapatkan itu.
Ketika kita menemui seseorang yang lebih baik dari pasangan, kadang kita tergoda untuk berpaling dan lebih memilih yang baru. Apalagi jika target juga menyukai kita. Akhirnya khianat tidak bisa dihindarkan.
Jika mulai terdeteksi tanda-tanda saling menyukai antara dirimu dan dirinya, segeralah move dari kedekatan yang terjalin itu. Jangan sampai hal itu bisa memutuskan hubungan antara kamu dengan si doi. Hargailah pasanganmu meskipun ia tak mengawasi.
3.       Mengikuti kegiatan yang positif
Waktu akan terasa sangat membosankan ketika kesibukan telah habis.  Keadaan ini memicu seseorang untuk mencari pasangan pengganti untuk mengisi waktu luang. Sebaiknya ganti hal tersebut dengan mengikuti kegiatan yang bermanfaat, misalnya klub sepakbola, komunitas menulis, atau bisa juga digunakan untuk berbisnis sampingan. Jadi, waktu tidak akan terbuang sia-sia.
4.       Bicarakan masa depan
Jangan ragu untuk membicarakan tentang rencana masa depan kalian. Pikirkan dan diskusikan kemana hubungan itu akan dibawa. Tanyakan kepada pasangan tentang pendapatnya. Hal ini akan memperkuat hubungan, karena masing-masing memiliki rencana yang jelas.



Jadi, apakah kalian sudah melakukan hal ini demi awetnya hubungan jarak jauh?

Jumat, 31 Maret 2017

Hari ini Pelajaran Character Building

selamat malam sahabat :)

Entah mimpi apa tadi malam.
Rasanya hari ini agak berbeda dengan hari lain.

Today is End of Month.
Tahu lah ya, pekerjaan saya sudah dipastikan lebih banyak dari biasanya dan dengan waktu yang lebih panjang. Waktu berakhir di pukul 21:00 WITA.
Aktifitas kerja berjalan seperti biasanya dan alhamdulillah berjalan sebagaimana mestinya.

Menjelang jam sembilan, disaat ada inputan yang harus direversal karena kolektor salah input, dan kami sedang sibuk hitung uang (opname), tiba-tiba terdengar suara ribut dari luar kantor. Sepertinya ada sesuatu yang gak beres. 
"Ahh mungkin emang anak-anak lagi pada canddaan", pikirku.
Kemudian ada orang yang masuk ke dalam kantor, nunjuk-nunjuk teman saya dan membabibuta. Dia berusaha memukul namun untungnya tidak kena sampai luka. Teman saya hanya diam dan berusaha menghindar, sementara teman-teman yang ada di dalam mulai keluar untuk melihat situasi dan bersiap untuk mendinginkan suasana.

Ada sekitar sepuluh orang yang berusaha masuk kantor, namun ada salah seorang yang menahan mereka pas dipintunya. Dari luar kantor mereka teriak-teriak, dalam bahasa Indonesianya, ada yang bilang katanya "bunuh saja". Ada yang bilang "ini koperasi apa?". Entahlah pendengaran saya tiba-tiba tidak berfungsi dengan baik. Badan gemetar dan jantung terasa mau copot. 
Jangan-jangan ini konsumen yang marah-marah karena tagihannya kolektor, atau ada yang ditarik unitnya?

"Astaghfirullahal'adziim".

Sungguh, baru kali ini saya dapat tragedi yang sangat memacu adrenalin. Kaget bercampur takut.
Ada salah seorang dengan badan kekar tinggi besar, rambutnya gondrong seperti Agung Hercules dengan tangtop warna hitam. Orang ini nampaknya lebih agak dewasa dan ada niatan untuk berdamai karena masalah sepele ini.
Namun dari belakang ada seseorang yang saya pun agak lupa untuk bentuk wajah dan warna bajunya. Yang jelas badannya tinggi besar kekar dengan suara lantang yang menggelegar. Mungkin dengan bersinnya saja badanku langsung jatuh tersungkur.
Perkara mereka membawa senjata tajam atau tidak, saya tidak tahu sama sekali. Namun rombongan ini sepertinya sangat marah. Aku masih dalam keadaan kaget, takut dam juga bingung.
Memang mereka dalam keadaan mabuk. Pikirannya pendek. Namun tetap saja, ini berhubungan erat dengan yang namanya moral.

Kami dari kantor berjumlah sekitar 20 orang . Namun apabila itu harus terjadi perkelahian jelas kami akan rata tiga bintang (***).
Jujur saya sangat takut.
Belum lama ini ada kejadian pembunuhan depan mess dengan cara dipukul kepalanya hingga pecah, dan itu bukan di tempat yang sepi. Sungguh, banyak mata yang menjadi saksi.

Belum cukup satu bulan juga ada kejadian pembunuhan lagi dekat kampung ini. Pelaku adalah mantan suami dengan cara dicabik menggunakan parang dengan laras yang tajam hingga tangan korban putus dan beberapa bagian tubuh yang terbelah, sadis sekali!. Kejadian ini juga bukan tanpa saksi.Pasalnya ada beberapa orang yang melihatnya namun tidak bisa menolong karena larinya parang ke badan korban lebih cepat dari usaha warga untuk mencegah perbuatan itu.
Ini menunjukkan bahwa memang mereka seperti tidak ada rasa takut, sekalipun dengan hukum ataupun Tuhannya.

Rasanya saya ingin menjadi pahlawan.
Ingin menghentikan segala bentuk kekerasan bahkan pembunuhan seperti ini. Katanya, mereka ini sangat anti dengan "malu". Lebih baik mati membela nama baik daripada harus menanggung rasa malu.

Oh My God!

Saya rasa ini bukan masalah adat, budaya, daerah atau apapun.
Ini hanya kekurangan materi dan juga tenaga untuk mendidik character building alias pembangunan karakter, dalam artian budi pekerti yang luhur.

Betapa tidak, masalah ini hanya terjadi karena salah paham kata-kata dibarengi dengan orang yang sedang mabuk, lalu kebetulan yang ada didalamnya adalah orang yang berpengaruh dan memiliki rasa malu yang tinggi. Hanya main nunjuk-nunjuk, marah, kok ya harus bawa bala tentara gitu? Apakah tidak bisa memaafkan dan bersabar saja. Toh kalau bertengkar dan akan menimbulkan korban, nama daerah akan tercemar, membuahkan dosa dan  membuat hati semakin gelisah karena terus mencari kepuasan.

Semoga lekas damai dalam artian yang sesungguhnya, jangan ada dendam, karena tidak ada dendam yang tak terhapuskan!
Next, akan saya ceritakan bagaimana magic itu berfungsi di daerah ini.



Mamuju Utara, 310317
S. Laila Syabaniyah

Kamis, 30 Maret 2017

#Memesonaitu Cantik dan Ceria Menebarkan Kebahagiaan

Peradaban sudah semakin modern. Hal yang dulu tidak bisa dilakukan, kini semuanya bisa. Seperti magic saja, sekali sulap langsung berubah.
Begitu juga gambaran untuk makhluk yang namanya "perempuan". Yang kulitnya asli cokelat, dengan sekejap bisa berubah jadi putih mulus dengan make up, cream pemutih, bahkan ada yang rela sampai operasi plastik. Wanita dengan rambut keriting kini bisa dirubah menjadi lurus dan halus dengan rebonding dan smoothing. Bahkan bentuk wajah dengan mudah mereka rombak dari hidung pesek menjadi lebih mancung, pipi tembem menjadi tirus, hingga meruncingkan bentuk dagu. Ada lagi yang namanya sulam alis, sulam bibir, dan juga kawat untuk merapikan tatanan gigi manusia. Asalkan ada dananya, semua bisa dilakukan. Kini semuanya bisa dibeli, wow luar biasa!

Untuk menunjang penampilan kini tersedia berbagai model fashion. Bahkan untuk wanita berjilbab pun sekarang sudah semakin banyak model pakaiannya, seperti jamur di musim penghujan.
Untuk masalah kecantikan dan penampilan sekarang bukan lagi masalah, karena semua kekurangan ada solusinya.
Dan ini tentu menjadikan wanita semakin tampak #memesona.

#Memesonaitu sejatinya dimiliki semua wanita. Karena wanita memang sudah indah, seksi dan dicintai oleh pemiliknya masing-masing. Wanita adalah tulang rusuk dan sudah pasti ada yang memiliki. Namun jangan sampai wanita menyalahgunakan kemolekan tubuhnya untuk hal yang tidak manfaat, ingatlah laki-laki pemilikmu jika pernah terbesit hal yang tak semestinya. Semoga jika ada kekeliruan dalam hati pembaca, bisa diluruskan untuk mengganti dengan hal yang mendatangkan pahala dan juga kebahagiaan, pastinya.

Wanita itu indah, dan keindahannya akan semakin terjaga jika tubuhnya dibalut dengan pakaian yang juga indah pula. Wajahnya dipoles sedemikian rupa dan dihiasi senyuman yang manis. Sangat #memesona.

Tapi #memesonaitu bukan hanya terlihat cantik diluar saja. Karena, kecantikan wajah pada akhirnya akan sirna, hilang tak berbekas. #Memesonaitu bukan hanya putih wajahnya, tapi juga hatinya. Hati yang bersih, memancarkan tutur dan gestur yang lembut dan santun adanya. Selalu tersenyum ramah dan mampu berbaur dengan semua orang. Tidak memilih-milih dan objektif dalam berpendapat, juga tidak sombong.
#Memesonaitu baik budi pekertinya. Mampu memberi pada yang membutuhkan, dan peduli dengan lingkungan.

#Memesonaitu cantik dalam kesederhanaan. Meski telah menjadi kaya, namun tidak mempertontonkan kekayaannya hanya untuk dipamerkan. Orang kaya dengan penampilan yang sederhana, dan rela berbagi akan terlihat jauh lebih #memesona, daripada yang bangga dengan kecantikannya namun acuh dengan lingkungan. Atau yang sombong dengan kekayaannya tapi tak mau bersedekah.
Banyak wanita yang sukses namun seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Karena merasa sudah berhasil, ia bermewah-mewahan dengan hartanya, sementara masih ada hak yang seharusnya dibagikan dengan orang yang lebih membutuhkan.

#Memesonaitu mampu menebarkan aura positif dan kebahagiaan dalam kesehariannya. Mendatangkan inspirasi bagi wanita lain, dan memberi dorongan untuk maju dan terus berkembang.
#Memesonaitu selalu ceria dan mampu menebarkan kebahagiaan. #Memesonaitu mampu menghapus air mata sendiri dengan mudah dan menggantinya dengan karya. Bukan yang hanya menangis dan minta dikasihani oleh orang lain. Karena mereka hanya akan menilai bahwa kita adalah perempuan lemah. Namun ketika kita mengganti dengan karya,disitulah akan nampak kecantikan dari dalam diri kita yang sesungguhnya.



So, buat para wanita Indonesia jangan lupa untuk selalu ceria dan berbagi kebahagiaan dengan semua orang.
Pancarkan pesonamu!

<a href="http://www.pancarkanpesonamu.com/memesonaitu"><img src="http://www.pancarkanpesonamu.com/memesonaitu/assets/imgs/505.jpg" style="width: 505px;" alt="#MemesonaItu"></a>